Sementara subkelompok makanan mencatat inflasi 4,71%. Dengan rincian ikan segar menjadi kontributor terbesar dengan andil 0,23 poin, disusul daging ayam ras dan cabai rawit masing-masing 0,17 poin, beras 0,15 poin serta minyak goreng 0,12 poin.
Tekanan inflasi domestik berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah, terutama jika harga pangan dan energi global tetap tinggi. Inflasi yang lebih persisten itu dapat membatasi ruang pelonggaran moneter, sementara tekanan eksternal terhadap rupiah berisiko meningkatkan imported inflation lewat kenaikan biaya barang dan bahan baku impor.
Menurut Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI) Faisal Rachman, tekanan inflasi dan rupiah ini diperkirakan akan membuat Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI Rate satu kali pada kuartal IV-2026 menjadi 6%.
(dsp/aji)



























