Harga batu bara kualitas tinggi di pasar internasional pada Agustus 2026 melonjak sebesar 20,50% secara tahunan (year-on-year/yoy). Begitu pula dengan batu bara kualitas sedang dan rendah, yang meningkat sebesar 3,75% secara yoy.
China dan India masih menjadi pasar tujuan utama yang menopang permintaan batu bara asal Indonesia. Tren peralihan musim dan penguatan aktivitas industri di negara mitra tersebut diperkirakan akan memicu peningkatan arus pengiriman barang pada paruh kedua tahun ini.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengatakan instansinya telah menyetujui 95% pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara 2026.
Meski demikian, Tri enggan memberikan angka detail RKAB batu bara 2026 yang telah disetujui sejauh ini.
“[Sebanyak] 95% RKAB keluar, sudah selesai,” ujar Tri saat ditemui awak media usai agenda Hari Pertambangan dan Energi di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Ihwal jumlah perkiraan atau forecast produksi batu bara Indonesia secara keseluruhan pada 2026, Tri memang tidak memberi detail.
Namun, dia menyatakan prediksi total produksi tetap sama dengan yang sebelumnya dia sebutkan, yaitu sekitar 720 juta metrik ton (mt) atau dengan rata-rata produksi sekitar 60 juta mt per bulan.
“Ya sekitar itu [720 juta mt] lah,” kata Tri.
(ros)






























