Logo Bloomberg Technoz

Meski demikian, efisiensi penggunaan token tetap perlu diperhatikan. Tanpa strategi prompting yang tepat dan terstruktur, penggunaan AI berisiko meningkatkan biaya melalui API call atau konsumsi token berulang yang tidak efektif. Karena itu, kualitas masukan (prompt) menjadi salah satu faktor penting agar penggunaan AI tetap ekonomis.

HashMicro menyebut pengukuran Return on Investment (ROI) AI dapat dilakukan melalui tiga tahapan:

  • AI Activity (Usage): Mengukur tingkat adopsi, termasuk efisiensi penggunaan token dan kualitas prompting dalam aktivitas sehari-hari.

  • Operational Impact (Impact): Mengukur perubahan konkret dalam alur kerja, seperti percepatan proses, pengurangan pekerjaan manual, dan penurunan human error.

  • Business Value (Value): Mengukur dampak finansial yang terhubung dengan kinerja perusahaan, seperti penghematan biaya, peningkatan kapasitas produksi, dan pertumbuhan pendapatan.

Ketiga tahapan tersebut menjadi peta jalan untuk mengukur perkembangan penerapan AI, mulai dari tingkat penggunaan, dampak terhadap operasional, hingga nilai bisnis yang dihasilkan.

"Bagi kami di HashMicro, kesuksesan AI tidak bisa lagi diukur sekadar dari seberapa sering sebuah aplikasi dibuka. Tolok ukur utamanya adalah outcome bisnis yang terukur—apakah proses kerja menjadi jauh lebih cepat, biaya operasional berkurang, atau ada nilai ekonomi baru yang berhasil diciptakan," ujar Lusiana Lu, Chief Business Development Officer HashMicro.

Memetakan Potensi AI: Lima Spektrum Pertumbuhan Bisnis

Jika tiga tahap sebelumnya menjelaskan cara mengukur dampak AI, HashMicro mengidentifikasi lima bentuk nilai yang dapat dihasilkan teknologi tersebut. ROI AI tidak hanya berkaitan dengan penghematan biaya, tetapi juga mencakup:

  • Save: Penghematan biaya operasional dan efisiensi pekerjaan administratif.

  • Speed: Pemangkasan waktu proses kerja, dari hitungan hari menjadi menit.

  • Scale: Kemampuan menangani volume pekerjaan yang lebih besar tanpa harus menambah personel.

  • Sell: Penciptaan peluang pendapatan baru melalui proses penjualan dan analisis pasar yang lebih tajam.

  • Serve: Peningkatan pengalaman pelanggan melalui layanan yang lebih cepat dan konsisten.

Kombinasi tiga tahapan pengukuran dan lima bentuk nilai tersebut dapat membantu perusahaan mengawal penerapan AI secara lebih terstruktur sekaligus melihat potensi manfaat yang melampaui efisiensi biaya.

Mengintegrasikan AI dalam Workflow Utuh

Nilai tersebut sulit dicapai jika perusahaan hanya menggunakan AI melalui berbagai alat atau fitur yang berdiri sendiri. HashMicro menilai dampak AI akan lebih besar ketika teknologi tersebut terintegrasi ke dalam keseluruhan workflow bisnis.

Sebagai contoh, perusahaan dapat memanfaatkan AI Agent yang bekerja mengawal rantai proses secara otomatis. Dalam sistem operasional yang terintegrasi, AI Agent dapat mendeteksi kelangkaan stok, menganalisis riwayat vendor untuk memilih penawaran terbaik, membuat purchase order, hingga meneruskannya kepada tim keuangan untuk mendapatkan persetujuan.

"Perusahaan tidak akan mendapat nilai optimal jika hanya menempelkan AI pada alur kerja lama yang tidak efisien. Dampak AI baru akan berlipat ganda saat perusahaan berani memikirkan kembali bagaimana sebuah pekerjaan seharusnya dirancang secara end-to-end," lanjut Lusiana.

Langkah Strategis Menuju Valuemaxxing

Perubahan cara pandang tersebut mengarah pada konsep valuemaxxing, yakni menggeser fokus dari sekadar memaksimalkan penggunaan AI menjadi memaksimalkan nilai bisnis yang dihasilkan teknologi tersebut. Dengan pendekatan ini, keberhasilan AI tidak ditentukan oleh banyaknya aplikasi yang digunakan, melainkan kemampuan perusahaan mengubah teknologi menjadi hasil bisnis yang terukur.

Untuk menerapkan strategi tersebut, perusahaan dapat mengevaluasi setiap investasi AI melalui sejumlah pertanyaan:

  1. Pekerjaan mana yang memiliki nilai paling tinggi untuk dioptimalkan dengan AI?

  2. Berapa biaya operasional pekerjaan tersebut saat ini?

  3. Apakah prompting dan penggunaan token sudah dioptimalkan untuk mencegah pemborosan?

  4. Apa perubahan nyata pada alur kerja setelah AI diterapkan?

  5. Berapa nilai ekonomi yang dihasilkan dari perubahan tersebut?

"Pada akhirnya, babak persaingan berikutnya bukan lagi soal siapa yang paling cepat mengadopsi AI, melainkan siapa yang paling lihai menghubungkan teknologi tersebut dengan dampak finansial yang nyata secara efisien dan terukur," tutup Lusiana.

(tim)

No more pages