Perusahaan Bakar Uang ke AI, HashMicro Ungkap Cara Optimalkan ROI

Bloomberg Technoz, Jakarta - Investasi Artificial Intelligence (AI) di Indonesia terus meningkat. Namun, di balik pesatnya adopsi teknologi tersebut, muncul pertanyaan penting di kalangan pimpinan perusahaan: seberapa besar nilai nyata yang dihasilkan dan kembali ke bisnis?
Survei PwC terhadap CEO di Indonesia menunjukkan 22% CEO mengaku AI berhasil meningkatkan pendapatan, sementara 28% merasakan efisiensi biaya. Namun, hanya 10% CEO yang merasakan kedua manfaat tersebut secara bersamaan.
Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan AI tidak otomatis menghasilkan nilai bisnis. Menurut penyedia solusi bisnis HashMicro, dunia usaha perlu menggeser fokus dari sekadar AI adoption menuju AI value.
Evaluasi ROI AI: Dari Usage hingga Business Value
Selama ini, keberhasilan investasi AI kerap diukur melalui indikator teknis seperti tingkat penggunaan (usage), jumlah kredit atau token yang terpakai, jumlah prompt yang dibuat karyawan, hingga frekuensi penggunaan aplikasi. Metrik tersebut memang menunjukkan tingkat interaksi karyawan dengan AI, tetapi belum mencerminkan dampak finansial yang dihasilkan bagi bisnis.

































