Dudung kemudian dipercaya menjadi Gubernur Akademi Militer. Setelah itu, kariernya berlanjut ke posisi strategis di satuan teritorial hingga akhirnya dipercaya menjadi Panglima Kodam Jaya/Jayakarta pada 2020.
Pada Mei 2021, Dudung ditunjuk menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi strategis yang kemudian mengantarkannya ke pucuk pimpinan TNI AD. Saat itu, Dudung menggantikan Letjen TNI Eko Margiyono sebagai Pangkostrad.
Tidak lama kemudian, pada November 2021, Dudung dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Ia menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang ditunjuk menjadi Panglima TNI. Dudung kemudian menyandang pangkat jenderal bintang empat.
Selama berkarier di TNI AD, Dudung juga menjalani sejumlah penugasan operasi. TNI AD mencatat pengalaman tersebut antara lain Operasi Seroja, operasi perdamaian PBB, pengamanan wilayah Maluku Utara, dan Operasi Terpadu di Aceh.
Sebagai KSAD, Dudung menjalankan tugas hingga memasuki masa purnatugas pada 2023. Setelah tidak lagi aktif sebagai prajurit, perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke lingkungan pemerintahan.
Pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Dudung dipercaya menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional. Ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).
Dudung kemudian kembali mendapat penugasan langsung di lingkungan Istana. Pada April 2026, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Muhammad Qodari.
(roy)



























