Logo Bloomberg Technoz

Setahun berselang, dia dipercaya menduduki posisi Kapolresta Surakarta atau Solo. Jabatan tersebut menjadi salah satu penugasan penting dalam perjalanan kariernya sebelum masuk ke jajaran reserse di tingkat pusat.

Pada 2012, Listyo bertugas sebagai Kepala Subdirektorat II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Setahun kemudian, dia menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara.

Pada 2014, Listyo mendapat penugasan sebagai ajudan Presiden Joko Widodo hingga 2016. Penugasan tersebut menjadi salah satu pengalaman pentingnya di lingkungan pemerintahan sebelum kembali menduduki jabatan struktural di kepolisian.

Setelah menyelesaikan tugas sebagai ajudan presiden, Listyo diangkat menjadi Kapolda Banten pada 2016. Pada 2018, dia kemudian dipercaya menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri hingga 2019.

Jabatan tersebut berkaitan dengan pengawasan profesi, disiplin, dan penegakan kode etik di lingkungan kepolisian.

Pada 6 Desember 2019, Listyo ditunjuk menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri menggantikan Idham Azis yang kemudian menjabat sebagai Kapolri.

Selama bertugas di Bareskrim, salah satu kasus yang ditangani adalah penangkapan Djoko Tjandra, terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali yang sempat buron selama 11 tahun. Bareskrim juga menangani penyidikan kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung yang berujung pada penetapan 11 tersangka, sebagaimana tercantum dalam profil resmi Polri.

Karier Listyo mencapai puncak ketika Presiden Joko Widodo mengusulkan namanya sebagai calon tunggal Kapolri kepada DPR pada Januari 2021. Komisi III DPR kemudian menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebelum menyetujui pencalonannya secara aklamasi. Pada 27 Januari 2021, Jokowi resmi melantik Listyo sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, sekaligus menaikkan pangkatnya menjadi jenderal polisi.

(roy)

No more pages