Logo Bloomberg Technoz

Namun, penurunan harga minyak di rentang US$96/barel mulai memberikan sedikit ruang bagi sentimen, sementara komentar John Williams yang menyebut belum ada urgensi untuk menaikkan suku bunga kembali dalam waktu dekat turut meredakan tekanan dari ekspektasi bunga acuan The Fed.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan namun mulai memasuki area support Fibonacci 6.019, dengan support berikutnya di 5.854. MACD masih bearish, sehingga rebound belum terkonfirmasi; Indeks Komposit berpotensi konsolidasi di area 6.000–6.200. 

“Kemampuan bertahan di 6.019 menjadi kunci, sementara breakout 6.185–6.240 diperlukan untuk membuka ruang technical rebound lebih lanjut,” papar BRI Danareksa.

Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah EMAS, UNTR, dan SRSN.

Lebih lanjut dari pasar global, Phintraco Sekuritas menyebut, agenda ekonomi yang padat pada hari Rabu menjadi fokus utama, dengan perhatian tertuju pada data terbaru mengenai indikator inflasi The Fed. Serangkaian data ini dirilis di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS ke level tertinggi dalam beberapa dekade, yang menyebabkan kenaikan tajam pada biaya pinjaman. 

Dari dalam negeri, investor juga mencermati rilis APBN 2027, Pemerintah dan DPR sepakat menetapkan anggaran subsidi energi sebesar Rp261,5 triliun, turun Rp11,4 triliun dari rencana awal dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027 yang mencapai Rp272,94 triliun. Jika harga minyak berlanjut meningkat hingga tahun depan maka berpotensi akan membuat inflasi cenderung bertahan di level tinggi.

Dengan itu, secara teknikal, histogram MACD masih berada di area negatif, sedang Stochastic RSI masih berada di area oversold. Sehingga diprediksi IHSG masih konsolidasi pada kisaran 6.000–6.200 pada perdagangan Kamis (1/10/2026).

Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah EMAS, INDF, ANTM, INKP, dan BDMN.

Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, berlanjutnya aksi jual investor asing, melemahnya mayoritas Bursa Wall Street dan terkoreksinya harga komoditas mineral logam diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu, naiknya harga minyak mentah dan batu bara berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung Melemah dengan kisaran support 6.010–5.950 dan resistance 6.130–6.190,” terang CGS International Sekuritas.

Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham AALI, PTBA, EXCL, TOWR, HRTA, dan ANTM.

Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh kembali naiknya harga minyak, serta masih derasnya outflow dana asing.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ULTJ, MIKA, dan INKP.

(fad)

No more pages