Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Balik Arah Hingga Ditutup Melemah

Muhammad Julian Fadli
30 September 2026 17:58

Karyawan duduk dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan duduk dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik arah hingga terjerembab di zona merah dengan pelemahan 0,83% di posisi 6.071,13 pada penutupan perdagangan Rabu (30/9/2026). Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) hingga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi salah satu pemberat.

Padahal pada perdagangan pagi tadi IHSG melesat hingga menyentuh titik tertinggi di posisi 6.187,04. Namun selepas itu, Indeks Komposit berangsur-angsur melemah mencapai 6.071,13 di tutup dagang.

IHSG Penutupan Sesi II pada Rabu 30 September 2026 (Bloomberg)

Sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan. Saham–saham teknologi, saham konsumen non primer, dan saham energi mencatatkan pelemahan paling dalam dengan tertekan 2,76%, 2,35% dan 1,34%.


Perhatian investor juga tertuju pada langkah dan respons Menteri Keuangan baru, di mana investor mencermati kepastian konsistensi kebijakan fiskal dan target defisit APBN di bawah 3% di era kepemimpinan Suahasil Nazara, di tengah–tengah dorongan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyoal pembahasan ulang tentang batas defisit anggaran negara sebesar 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Investor turut mencermati dan bersikap wait–and–see terhadap aturan perdagangan Short Selling yang dilangsungkan kembali oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), yang kemudian berpotensi meningkatkan volatilitas di pasar, terang Panin Sekuritas.