Juru bicara Apple di Cupertino, California, menolak berkomentar.
Apple memiliki banyak rencana produk untuk tahun depan, termasuk AirPods berkamera, kacamata pintar pertama, serta iPhone dengan desain baru untuk memperingati 20 tahun perangkat tersebut.
Dalam pengembangan perangkat baru, John Ternus mengevaluasi kembali waktu pengumuman produk. Selama beberapa dekade, Apple berfokus pada peluncuran besar musim gugur dan sesekali musim semi.
John Ternus memimpikan Apple memperkenalkan produk lebih sering sepanjang tahun. Namun, perubahan praktik pengembangan yang telah lama diterapkan diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun, menurut sejumlah karyawan.
John Ternus telah lama mendorong organisasi yang lebih ramping. Saat memimpin divisi rekayasa perangkat hardware, dia pernah mengatakan Apple seharusnya merekrut lebih sedikit orang, meningkatkan produktivitas insinyur, dan mengurangi struktur organisasi yang terlalu gemuk.
Dalam sebuah presentasi, John Ternus menunjukkan pertumbuhan jumlah karyawan dan berpendapat Apple seharusnya mampu menghasilkan lebih banyak dengan jumlah pekerja lebih sedikit.
Filosofi tersebut menyerupai budaya kerja perusahaan Silicon Valley seperti Meta Platforms Inc. dan Google milik Alphabet Inc. Pendekatan ini kini mulai diterapkan di Apple.
Dalam dua pekan terakhir, divisi rekayasa perangkat hardware Apple memberhentikan sejumlah manajer engineering program managers atau EPM, yang selama beberapa dekade mengelola jadwal dan koordinasi lintas tim.
Pemangkasan berdampak pada sejumlah manajer, termasuk sekitar enam direktur yang berada pada salah satu jenjang jabatan tertinggi di perusahaan. Karyawan tersebut diberi beberapa pekan untuk mencari posisi lain di internal Apple. Mereka yang tidak mendapat posisi baru akan terkena PHK pada akhir tahun.
PHK seperti ini sebelumnya jarang terjadi di Apple, tetapi semakin sering dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan sendiri telah melakukan PHK berskala kecil di berbagai tim, sekaligus mengurangi atau membatalkan proyek tahap awal yang dinilai kurang penting bagi kinerja keuangan.
Upaya tersebut mencakup efisiensi pada divisi Siri, Vision Pro, serta rekayasa software AI. Sebagian pemangkasan terkait evaluasi kinerja karyawan. Apple juga baru-baru ini memangkas sejumlah kecil karyawan divisi Fitness+, yang sebelumnya mengembangkan kelas olahraga berbasis audio.
John Ternus turut mengeksplorasi penggunaan AI untuk mempercepat pengembangan produk dan mengambil alih pekerjaan yang kini dilakukan karyawan.
Pada musim panas, Apple sempat menyusun rencana PHK sekitar 5.000 pekerja layanan pelanggan AppleCare, termasuk banyak karyawan yang bekerja dari rumah, karena AI dinilai dapat mengambil alih sebagian tugas mereka.
Namun, Apple menunda rencana tersebut dan saat ini tidak berencana melanjutkannya.
Meski demikian, banyak karyawan meyakini PHK lebih lanjut masih mungkin terjadi akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Pada sebagian divisi, perencanaan 2027 sempat mencakup kemungkinan kenaikan anggaran dan jumlah karyawan. Namun, dalam beberapa kasus, kenaikan anggaran dikurangi dan jumlah karyawan dipertahankan. Tim lain juga diminta memangkas pengeluaran pemasaran.
Kekurangan memori secara global menekan Apple dengan meningkatkan biaya komponen. Perusahaan telah menaikkan harga, tetapi ingin menghindari lonjakan yang mengejutkan konsumen sehingga untuk sementara menanggung sebagian biaya tambahan.
Para manajer Apple kini merasakan tekanan untuk bekerja lebih cepat. “Segalanya kini jauh lebih banyak melibatkan keterlibatan langsung dibandingkan sebelumnya. Situasinya saat ini sangat sibuk,” kata salah satu sumber.
Sumber tersebut dan pihak lainnya mengatakan manajer pengembangan produk didorong menghadirkan lebih banyak produk dengan frekuensi peluncuran lebih tinggi dan tenggat lebih singkat.
John Ternus bersama Kepala Divisi Layanan Eddy Cue dan Chief Financial Officer (CFO) Kevan Parekh juga mencari cara memperkuat pendapatan di tengah perlambatan bisnis layanan dan tekanan terhadap model bisnis App Store. Mereka membahas kemungkinan meluncurkan layanan baru serta meningkatkan pendapatan dari produk dan penawaran yang sudah ada.
Bisnis layanan selama ini menjadi salah satu segmen Apple dengan pertumbuhan dan profitabilitas tertinggi, sekaligus membantu mengimbangi fluktuasi penjualan perangkat hardware.
Namun, pertumbuhannya mulai melemah. Pendapatan layanan Apple turun secara kuartalan pada periode Juni untuk pertama kalinya sejak 2022, meski masih lebih tinggi secara tahunan dan mencatat rekor untuk periode tersebut.
Bagi John Ternus dan para pimpinan Apple lain, percepatan siklus peluncuran dapat menciptakan lebih banyak peluang menjual perangkat, menarik pelanggan ke layanan baru, dan meningkatkan pendapatan dari ekosistem Apple.
Sementara itu, pemangkasan biaya berlanjut. Untuk pesta liburan akhir tahun mendatang, sejumlah tim diberi tahu tidak boleh membawa pasangan atau tamu tambahan (plus-one), kebijakan yang kembali diterapkan setelah beberapa tahun.
(mef/wep)































