Lepas dari Jeratan Rp18.000/US$, Rupiah Hari Ini Terbaik di Asia
Tim Riset Bloomberg Technoz
30 September 2026 15:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Rabu (30/9/2026) dengan penguatan 0,58% ke Rp17.870/US$, usai sentimen eksternal mulai mereda. Penguatan ini menjadi pembalikan yang cukup signifikan setelah rupiah sehari sebelumnya sempat menembus level psikologis Rp18.000/US$ pada sesi perdagangan intraday.
Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang mengindikasikan perlambatan ekonomi menjadi salah satu katalis bagi pergerakan mata uang Asia, termasuk rupiah. Keyakinan konsumen AS turun 6,7 poin menjadi 81,9 pada September dari 88,6 pada Agustus, terendah sejak 2014.
Lesunya keyakinan konsumen AS terjadi kala harga energi meningkat dan kekhawatiran inflasi membebani rumah tangga. Indeks ekspektasi juga turun 5,9 poin jadi 63,6, sementara persepsi terhadap kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja saat ini ikut merosot 7,9 poin menjadi 109,3.
Kondisi itu memberi ruang bagi investor untuk memangkas sebagian ekspektasi soal pengetatan moneter AS yang lebih agresif. Apalagi, pelemahan sentimen konsumen itu juga datang bersama dengan data pasar tenaga kerja yang mulai mengirim sinyal perlambatan. JOLTS jobs openings AS pada Agustus turun jadi 7,07 juta dari 7,33 juta.
Sentimen itu mendorong pemangkasan pada yield surat utang AS, US Treasury, yang kemudian menjalar ke pasar surat utang global. Yield sebagian besar surat utang negara-negara terpangkas.






























