Yield US Treasury Turun, Pasar Obligasi RI Menggeliat
Tim Riset Bloomberg Technoz
30 September 2026 15:38

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi domestik menguat dan memangkas sebagian besar yield di tenor pendek-menengah, menyusul terpangkasnya yield obligasi Amerika Serikat (AS) usai rilis data-data ekonomi AS yang tak cukup mendukung langkah hawkish bank sentral Federal Reserve.
Melansir data Bloomberg, yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 5 tahun terpangkas paling dalam 12,1 basis poin (bps) ke 7%, disusul obligasi tenor 4 tahun terpangkas 5,4 bps ke 7,03%, dan tenor 3 tahun turun 3,6 bps ke 6,92%. Sementara, yield tenor 1 tahun, 9 tahun, dan 10 tahun terpangkas paling sedikit 4,5 bps.
Credit Default Swap (CDS) INDON tenor 5 tahun yang jadi acuan risiko gagal bayar utang pun sedikit turun dari 92 pada perdagangan kemarin menjadi 91.
Meriahnya pasar obligasi siang ini ditopang oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS lantaran data ekonomi negara tersebut kurang mendukung. Kepercayaan konsumen AS turun tajam pada September menjadi 81,9, dari 88,6 pada Agustus. Penurunan itu terjadi disebabkan adanya kenaikan harga energi dan kekhawatiran inflasi membebani sentimen rumah tangga.
Sentimen itu membuat yield US Treasury tenor 10 terpangkas 2,5 bps ke 5,21%. Tak hanya itu, yield semua tenor US Treasury juga menurun. Seperti, tenor 20 tahun terpangkas 2,5 bps ke 5,59%, disusul tenor 30 tahun turun 2 bps ke 5,54%, begitu juga tenor 5 dan 7 tahun turun masing-masing 2 bps dan 2,3 bps ke 5% dan 5,11%.






























