Laode menambahkan Kementerian ESDM akan menggelar peninjauan menyeluruh setelah masa uji coba genap berjalan satu bulan atau memasuki minggu keempat pada Oktober mendatang.
Evaluasi tersebut mencakup pelbagai detail teknis distribusi, termasuk kepastian bahwa armada pengangkut CNG harus menggunakan moda transportasi tertutup dan bukan bak terbuka.
“Nah nanti setelah satu bulan, kita akan lakukan review seluruh aspek apa saja yang terkait. Seperti misalnya CNG ini harus diantar dalam wadah atau truk yang tidak bersifat bak terbuka, contohnya ya,” tambah Laode.
Setelah tahap evaluasi selesai, pemerintah akan melanjutkan pembahasan skema tata niaga CNG 3 kg.
Diskusi tersebut meliputi mekanisme penjualan, penyediaan dan pengisian ulang tabung, hingga kepastian entitas yang bertanggung jawab atas rantai pasok gas tersebut.
Sebelumnya, Kementerian ESDM memberikan sinyal bakal membuka pengadaan tabung gas alam terkompresi atau CNG ukuran 3 kg, dengan jumlah tabung dapat mencapai 30.000 unit.
Laode menyatakan pengadaan tersebut bakal dilakukan oleh badan usaha (BU) yang ditunjuk untuk memproduksi tabung.
Dia menjelaskan bahwa pengadaan tabung CNG 3 kg tersebut bakal dilakukan usai uji coba penggunaan tahap III atau pengujian di masyarakat rampung.
“Nah, setelah itu badan usaha yang nanti akan ditunjuk produksi tabungnya, itu nanti akan ditugaskan mengadakan dalam jumlah skala yang seperti sudah diumumkan, lebih dari 10.000, 20.000, 30.000 [unit],” kata Laode kepada awak media usai IICGE 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).
Lebih lanjut, Laode mengungkapkan uji coba CNG 3 kg bakal dilakukan di kantin Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), sebelum dilakukan uji coba di masyarakat.
Dia menjelaskan uji coba tahap III tersebut bakal dimulai di pedagang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berada di kantin Lemigas.
“Di dalam tahap tiga ini, kita melakukan beberapa uji dulu. Kita memanfaatkan UMKM nanti yang ada di dalam lingkungan Lemigas. Di sana ada kantin. Kita mau coba manfaatkan dulu di situ. Sambil kita evaluasi,” ujar Laode.
Laode juga menyatakan Kementerian ESDM sedang menyiapkan skema distribusi CNG 3 Kg guna memastikan penyaluran dari hulu hingga hilir berjalan secara optimal.
“Kita sedang melakukan finalisasi skemanya. Jadi skemanya itu nanti seperti apa sih biar dari sisi hulunya siap, hilirnya juga siap, masyarakat yang menerima juga merasa senang ketika nanti juga memanfaatkan itu,” tegasnya.
Terpisah, Laode juga mengungkapkan Indonesia sedang mempertimbangkan rencana impor tabung gas CNG berukuran 3 kg sekitar 100.000 unit dari China.
Laode menyatakan proses pengujian tabung CNG 3 kg sedang dilakukan dan untuk memesan tabung dengan ukuran tersebut dibutuhkan minimal pembelian sekitar 100.000 tabung.
Dia memastikan impor tersebut bakal dilakukan oleh badan usaha. Namun, dia tak menjelaskan apakah BUMN atau pihak swasta yang bakal mengimpor tabung tersebut.
Adapun, Kementerian ESDM menegaskan penggunaan CNG dalam tabung 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga tidak memerlukan penggantian kompor. Dengan begitu, kompor LPG yang saat ini digunakan masyarakat dapat langsung menggunakan CNG.
Kementerian ESDM memastikan masyarakat tak perlu menyesuaikan kompor yang dimiliki dengan memasang pengonversi (converter) atau alat lainnya.
Di sisi lain, CNG Merah Putih disebut bakal menggunakan tabung CNG tipe 4, yakni tabung dengan bahan plastik atau polimer dan dibungkus dengan komposit serta fiberglass.
(smr/wdh)





























