“Nah nanti setelah satu bulan, kita akan lakukan review seluruh aspek apa saja yang terkait. Seperti misalnya CNG ini harus diantar dalam wadah atau truk yang tidak bersifat bak terbuka, contohnya ya,” tambah Laode.
Tata Niaga
Setelah tahap evaluasi selesai, pemerintah akan melanjutkan pembahasan skema tata niaga CNG 3 kg.
Diskusi tersebut meliputi mekanisme penjualan, penyediaan dan pengisian ulang tabung, hingga kepastian entitas yang bertanggung jawab atas rantai pasok gas tersebut.
Ihwal kerja sama dengan pihak produsen dari China, Laode menjelaskan bahwa unit tabung yang sedang diuji saat ini masih diproduksi di negara tersebut.
Hal ini disebabkan belum adanya pabrik dalam negeri yang memiliki spesifikasi manufaktur sesuai standar yang dibutuhkan.
Adapun, pasokan tabung asal China yang didatangkan sejauh ini masih dibatasi khusus untuk kebutuhan uji coba.
Pemerintah berencana melakukan tawar-menawar (bargaining) dengan industri di China apabila nantinya diputuskan untuk diproduksi secara masal.
“Manakala nanti akan ada produksi masif tentu kita harus ada [bargaining] sama industrinya di China,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan uji coba penggunaan gas alam terkompresi atau CNG 3 kg telah memasuki tahap uji coba langsung oleh pengguna terbatas di lingkungan internal Lemigas.
Langkah ini diambil untuk memastikan keandalan serta efektivitas penggunaan CNG Merah Putih sebelum diperluas ke masyarakat umum.
Laode sebelumnya menyampaikan proses uji coba dan evaluasi tersebut ditargetkan selesai pada September tahun ini.
"Sekarang kita sedang siapkan, digunakan dan dievaluasi selama satu bulan. September ini kita akan dapatkan hasil evaluasi bukan hanya dari sisi kinerja tabung, tetapi juga dari sisi bagaimana dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (31/8/2026) malam.
Laode menjelaskan lebih lanjut pelaksanaan uji coba tahap awal ini masih dilakukan dalam skala terbatas dalam ruang lingkup Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
"Ini masyarakat, tanda kutip, kita masih terbatas di lingkungan internal di Lemigas. Di sana ada UMKM,” katanya.
Sebelum diuji coba langsung oleh para pelaku UMKM di lingkungan internal, tabung CNG 3 kg tersebut telah melalui berbagai tahapan pengujian teknis dan keamanan yang ketat.
“Uji tembak sudah,” ungkapnya.
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat mengungkap uji coba CNG 3 kg di masyarakat bakal dilakukan pada pertengahan Agustus 2026.
“Uji coba nanti minggu depan. Kita cek dahulu ya,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (11/8/2026).
Pada kesempatan terpisah sebelumnya, Bahlil juga mengungkapkan proyek CNG Merah Putih 3 kg rencananya akan digarap melalui kerja sama dengan BUMN pertahanan, PT Pindad (Persero).
Meski demikian, Bahlil menjelaskan proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pengujian di China sebelum bisa dilanjutkan ke tahap realisasi di dalam negeri.
“Kita akan melakukan [kerja sama] dengan Pindad nanti, tetapi masih cek dahulu di sana [China]. Kalau sudah selesai, baru kita lakukan tindakan lebih lanjut,” ujar Bahlil kepada awak media usai menghadiri agenda Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026, Selasa (21/7/2026).
Adapun, Kementerian ESDM menegaskan penggunaan CNG dalam tabung 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga tidak memerlukan penggantian kompor. Dengan begitu, kompor LPG yang saat ini digunakan masyarakat dapat langsung menggunakan CNG.
Kementerian ESDM memastikan masyarakat tak perlu menyesuaikan kompor yang dimiliki dengan memasang pengonversi atau alat lainnya.
Di sisi lain, CNG Merah Putih disebut bakal menggunakan tabung CNG tipe 4, yakni tabung dengan bahan plastik atau polimer dan dibungkus dengan komposit serta fiberglass.
(smr/wdh)





























