Logo Bloomberg Technoz

Begitu pula harga cabai rawit yang meroket di sejumlah provinsi. Paling terasa di Sulawesi Tenggara (61,1%), Sulawesi Barat (49,79%), Sulawesi Selatan (40,34%), Gorontalo (39.99%), dan Kalimantan Utara (32,43%).

Sementara harga beras juga terpantau mengalami kenaikan, meski tidak ‘sepedas’ cabai. Harga beras di Riau tercatat naik paling signifikan sepanjang September, mencapai 9,55%. Disusul Kalimantan Tengah (2.01%), Yogyakarta (1,72%), Kalimantan Selatan (1,54%), dan Jawa Tengah (1.28%).

Sedangkan harga daging ayam juga terlihat naik, terutama di Kawasan Timur Indonesia. Tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan (23,87%), Gorontalo (23,58%), Sulawesi Tengah (15,45%), Sulawesi Barat (12,43%), dan Sulawesi Tenggara (8,67%).

Inflasi Tahunan

Untuk inflasi tahunan (year-on-year/yoy), konsensus Bloomberg menghasilkan median proyeksi 3,3%. Lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi Agustus yakni 3,19% yoy.

Tamara Mas Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, menilai percepatan laju inflasi menunjukkan bahwa Indonesia tidak imun terhadap kenaikan harga energi dunia. Sepanjang September, harga minyak jenis brent naik hampir 7%.

“Laju inflasi Indonesia kemungkinan mengalami akselerasi karena kenaikan harga energi yang berdampak terhadap rantai pasok yang kemudian mempengaruhi pembentukan harga barang dan jasa. Meski begitu, dampak secara langsung bisa termitigasi melalui subsidi bahan bakar minyak,” sebut Henderson dalam catatannya.

Proyeksi Inflasi Indonesia (Sumber: Bloomberg Economics)

Henderson memperkirakan dalam bulan-bulan ke depan inflasi bisa melampaui target Bank Indonesia (BI) yang dipatok 1,5-3,5% untuk 2026. Selain harga energi, tekanan inflasi juga akan datang dari El Nino yang bakal mendongkrak harga pangan.

Meski laju inflasi umum (headline) mengalami akselerasi, tetapi sepertinya tidak dengan inflasi inti (core). Konsensus Bloomberg menghasilkan median proyeksi inflasi inti September sebesar 2,9% yoy. Sedikit melambat dibandingkan Agustus yang 2,92% yoy.

Koreksi harga emas rasanya sedikit banyak meredam laju inflasi inti. Dalam sebulan terakhir, harga emas dunia di pasar spot merosot lebih dari 6%.

Selain itu, ada tendensi bahwa konsumsi masyarakat/rumah tangga belum solid betul. Mandiri Spending Index (MSI) untuk periode kuartal III-2026 hingga 23 Agustus tumbuh 6% yoy. Sedikit melambat ketimbang kuartal sebelumnya yang naik 6,1% yoy, apalagi kuartal I-2026 yang tumbuh 6,4% yoy.

- Dengan asistensi M Julian Fadli dan Dian SP -

(aji)

No more pages