Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Menguat Ditopang Intervensi dan Penguatan Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 September 2026 10:10

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka menguat 0,22% ke Rp17.936/US$ pada perdagangan Rabu (30/9/2026), seiring menguatnya mata uang Asia ditopang oleh sejumlah langkah intervensi bank sentral negara-negara kawasan. 

Di Asia, sebagian besar mata uang menguat. Yen Jepang memimpin penguatan, disusul rupiah, baht Thailand, dolar Taiwan, yuan offshore, dan yuan China. Sebaliknya, won Korea Selatan melemah bersama dengan peso Filipina. 

Rupiah dan mata uang Asia (Bloomberg)

Penguatan pada mata uang di kawasan didukung oleh intervensi bank sentral China (People Bank of China/PBOC) menyuntikkan likuiditas senilai CNY833,5 miliar melalui transaksi reverse repurchase agreement (reverse repo) tenor semalam dalam operasi pasar terbuka, mengutip Bloomberg News. 


Selain itu, terpangkasnya penguatan di pasar obligasi global, termasuk Amerika Serikat (AS), US Treasury, turut memberi ruang penguatan bagi sebagian besar mata uang Asia, termasuk rupiah. 

Pasar obligasi AS kembali menguat usai data-data menunjukkan bahwa kondisi ekonomi AS belum sepenuhnya mendukung bank sentral Federal Reserve (The Fed) untuk kembali mengambil langkah hawkish.