Analis Bloomberg Intelligence, Daniel Fan, menilai dampak kebijakan baru tersebut "sangat terbatas".
Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan kembali melemah pada kuartal III dan berada di bawah batas bawah target tahunan pemerintah. Pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,3%. Konsumsi cenderung stagnan, sementara investasi mengalami perlambatan yang semakin dalam. Kemerosotan pasar properti yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan harga rumah baru terus turun selama lebih dari tiga tahun berturut-turut, masih menjadi salah satu penghambat utama pertumbuhan ekonomi.
Kepala Ekonom Morgan Stanley untuk China, Robin Xing, mengatakan paket kebijakan tersebut "masih relatif terbatas" dan kemungkinan tidak cukup untuk membalikkan tren rumah tangga yang mengurangi utang akibat melemahnya kepercayaan konsumen. Ia memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil China sepanjang tahun ini tetap berada di dekat batas bawah kisaran target 4,5%-5%.
Untuk memenuhi syarat menerima subsidi bunga KPR, rumah yang dibeli harus memiliki luas maksimal 120 meter persegi dan harga tidak lebih dari 1,5 juta yuan. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Oktober dan untuk sementara diterapkan selama satu tahun.
Menurut regulator, program subsidi KPR ini bertujuan meringankan beban perumahan rumah tangga berpenghasilan rendah, termasuk penduduk baru di perkotaan, lulusan baru, dan pekerja biasa.
Berdasarkan data Data Motion International Trading Pte yang berbasis di Singapura, rata-rata suku bunga KPR bagi pembeli rumah pertama di 42 kota besar China bertahan di level 3,05% selama 11 bulan hingga September.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan imbal hasil obligasi pemerintah China bertenor 10 tahun maupun tingkat imbal hasil sewa properti di kota-kota besar.
Salah satu penyebabnya adalah keputusan China mempertahankan suku bunga acuan pinjaman atau loan prime rate (LPR), yang menjadi patokan utama bagi bank komersial dalam menentukan bunga kredit, selama 16 bulan berturut-turut hingga September. Di China, bank biasanya menawarkan suku bunga KPR kepada pembeli rumah pertama sedikit lebih rendah dibandingkan suku bunga acuan tersebut.
Ruang bank sentral China untuk kembali memangkas suku bunga juga terbatas akibat tekanan terhadap margin keuntungan perbankan dan meningkatnya kekhawatiran mengenai kualitas aset. Data resmi menunjukkan margin bunga bersih perbankan, yang menjadi salah satu indikator utama profitabilitas, bertahan di sekitar level terendah sepanjang sejarah, yakni 1,41% pada kuartal lalu.
Bloomberg melaporkan pada November bahwa pemerintah China tengah mempertimbangkan sejumlah kebijakan untuk menopang pasar properti, termasuk subsidi KPR dan pengembalian pajak guna mendorong permintaan.
(bbn)




























