"IHSG berpotensi rebound ke 6.160-6.200 hari ini. Tapi masih hati-hati karena jika gagal break 6.200, potensi koreksi lagi ke depan," tulis Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman.
BNI Sekuritas mencatat IHSG kemarin terkoreksi 0,43% dan diikuti net sell asing sekitar Rp537 miliar. Saham yang paling banyak dijual investor asing antara lain BMRI, TLKM, BBCA, PTBA, dan ADRO.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi pada kisaran 6.050-6.200. Phintraco menilai fluktuasi pasar berpotensi meningkat karena perdagangan hari ini merupakan penutupan kuartal III 2026.
Dari eksternal, sentimen pasar masih dibayangi kenaikan imbal hasil US Treasury. BNI Sekuritas mencatat yield US Treasury tenor 10 tahun mencapai 5,293% pada perdagangan Selasa (29/9), level tertinggi sejak Juni 2007. Sementara yield tenor 30 tahun mencapai 5,6206%, tertinggi sejak Juni 2002.
Di sisi lain, harga minyak Brent melemah 2,6% ke US$102/barel pada perdagangan Selasa (29/9). Data ekonomi Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar menjelang rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) pada hari ini.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.050-6.200 dengan sejumlah saham pilihan, yakni ANTM, BBRI, BMRI, EXCL, TINS, dan MDKA.
BNI Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham untuk perdagangan hari ini, yakni CUAN, BUMI, AMMN, DEWA, TPIA, dan INCO. Sedangkan untuk MNC Sekuritas merekomendasikan saham BBCA, ICBP, MBMA, dan UNTR.
(dhf)






























