Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Surasak Phancharoenworakul mengatakan penanganan gangguan operasional oleh Thai Airways telah merusak citra pariwisata Thailand. Ia pun meminta Kementerian Keuangan, yang merupakan pemegang saham terbesar perusahaan, segera menggelar rapat dewan direksi.
Pemerintah memantau secara ketat situasi di Provinsi Prachin Buri dan Rayong yang merupakan bagian dari kawasan industri di Thailand timur sekaligus pusat utama manufaktur otomotif. Ketinggian air di Prachin Buri diperkirakan mulai surut. Namun, Rayong masih berpotensi diguyur hujan deras dan menghadapi tambahan aliran air dari saluran pelimpah bendungan, kata Juru Bicara Pemerintah Ekkapob Pianpises dalam pengarahan darurat pada Selasa.
Honda Motor Co menghentikan sementara produksi sepeda motor di salah satu pabriknya di Thailand pada Senin dan Selasa akibat banjir. Seorang pejabat perusahaan mengonfirmasi informasi yang sebelumnya dilaporkan Nikkei Asia tersebut. Pabrik itu diperkirakan kembali beroperasi pada Rabu.
Sejauh ini, industri otomotif Thailand secara keseluruhan belum mengalami gangguan yang signifikan. Sebagian besar pabrik masih beroperasi dan pengiriman suku cadang relatif tidak terdampak, menurut Federasi Industri Thailand. Organisasi tersebut tetap mempertahankan target produksi kendaraan pada 2026 sebanyak 1,45 juta unit.
Banjir juga mengganggu kegiatan belajar mengajar di 155 sekolah di Bangkok. Sejumlah sekolah bahkan telah terendam selama empat hingga lima hari, kata Menteri Pendidikan Prasert Jantararuangtong. Beberapa sekolah tidak akan dibuka kembali pekan ini, ujian ditunda, sementara sejumlah kampus dialihfungsikan menjadi tempat penampungan pengungsi.
Gangguan tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur Bangkok selama dua hingga tiga hari dengan curah hujan lebih dari 12 inci atau sekitar 30,5 sentimeter. Jumlah tersebut hampir setara dengan curah hujan yang biasanya diterima ibu kota Thailand itu sepanjang September. Sistem drainase tidak mampu menampung volume air sehingga jalanan dan rumah warga terendam banjir.
Hingga 28 September, banjir telah berdampak terhadap 1.267 pelaku usaha di 40 provinsi, termasuk 52 pabrik dan 1.162 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kerugian sementara diperkirakan mencapai 22,2 juta baht.
Sistem cuaca yang sama juga memicu banjir parah di negara tetangga, Myanmar. Hujan deras dan limpasan air merendam lebih dari 40 desa di wilayah Tanintharyi bagian selatan. Sedikitnya satu orang dipastikan tewas dan lebih dari 8.000 warga mengungsi di Distrik Dawei, menurut Kementerian Kesejahteraan Sosial, Bantuan, dan Pemukiman Kembali Myanmar.
Kerugian yang terus bertambah akibat banjir di Thailand semakin mendesak pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir jangka panjang.
Kabinet Thailand juga tengah mempertimbangkan proyek senilai 160 miliar baht yang akan berlangsung selama delapan tahun. Proyek tersebut bertujuan mengalihkan aliran air banjir dari Thailand utara agar tidak menggenangi kawasan padat penduduk di hilir, menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Danucha Pichayanan.
Sejumlah dana untuk proyek tersebut telah dialokasikan. Sementara itu, pemerintah juga dapat memanfaatkan tambahan pinjaman untuk mempercepat pembangunan, kata Danucha.
(bbn)































