Melansir data Bloomberg, setidaknya ada 8 saham yang ‘masih’ mengalami penurunan hingga jatuh Auto Reject Bawah (ARB) dalam dua hari berturut–turut, sejak BEI membuka gembok saham gocap, atau floor price terbaru Rp1,
Berikut deretan 8 saham yang merugi di posisi ARB dalam dua hari, berdasarkan antreal jual terbesar titik terendah di pasar reguler:
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 13,95% Rp37/saham, dengan antrean jual di titik ARB mencapai 875 juta lot saham lebih.
- PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) turun 13,95% Rp37/saham, dengan antrean jual di titik ARB mencapai 4,68 juta lot saham.
- PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) turun 13,95% Rp37/saham, dengan antrean jual di titik ARB mencapai 3,87 juta lot saham lebih.
- PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) turun 13,95% Rp37/saham, dengan antrean jual di titik ARB mencapai 943 ribu lot saham.
- PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) turun 13,95% Rp37/saham, dengan antrean jual di titik ARB mencapai 803 ribu lot saham.
- PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) turun 13,95% Rp37/saham, dengan antrean jual di titik ARB mencapai 758 ribu lot saham.
- PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) turun 13,95% Rp37/saham, dengan antrean jual di titik ARB mencapai 41 ribu lot saham.
- PT Modernland Realty Tbk (MDLN) turun 13,95% Rp37/saham, dengan antrean jual di titik ARB mencapai 4 ribu lot saham.
Data perdagangan BEI mencatat, volume transaksi jual-beli mencapai sebesar 34,4 miliar saham dan nilai transaksi menyentuh Rp10,83 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,62 juta kali diperjualbelikan.
Hingga 15:20 WIB, IHSG masih tertekan 0,4% di posisi 6.124. Ada 253 saham yang menguat, 417 saham melemah, dan 122 saham lainnya tidak bergerak. IHSG memang sudah jatuh sejak awal perdagangan.
Koreksi IHSG dalam dua hari ini bertepatan saat BEI resmi membuka batas harga saham Rp50 alias saham gocap di pasar reguler dan tunai. Pembukaan batas harga saham gocap hari ini merupakan implementasi tahap awal Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00136/BEI/09-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.
(fad/naw)





























