Logo Bloomberg Technoz

Bagi Hasil

Selain EOR, terobosan kedua di sektor hulu adalah pemangkasan birokrasi dan reevaluasi skema bagi hasil (fiscal regimen).

Dia menyoroti perlunya skema gross split yang lebih fleksibel atau penguatan kembali cost recovery dengan porsi bagi hasil yang lebih menarik bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). 

“Insentif fiskal seperti tax holiday, pembebasan bea masuk barang operasi, hingga investment credit perlu dieksekusi tanpa jeda untuk menarik kembali daya tarik investasi eksplorasi laut dalam [deepwater] dan wilayah timur Indonesia,” tambahnya.

Langkah ketiga adalah percepatan monetisasi penemuan raksasa (giant discovery) seperti di Blok Geng North (Kutai Basin) dan Layaran-1 (South Andaman). 

Dia menegaskan temuan cadangan gas raksasa yang diperkirakan mencapai total belasan trillion cubic feet (tcf) tersebut tidak boleh tertahan oleh prosedur administrasi yang panjang. 

“Pemerintah harus memberlakukan skenario fast-track percepatan rencana pengembangan [plan of development/PoD] agar produksi perdana dapat mengalir sebelum krisis 2027 melanda,” ujar Hadi.

Kelola Subsidi

Namun demikian, Hadi menggarisbawahi pembenahan dari sisi pasokan di hulu migas tidak akan berdampak optimal tanpa dibarengi penataan ketat dari sisi konsumsi, khususnya BBM bersubsidi.

Dia menyampaikan penataan BBM bersubsidi harus dimulai dari reformasi regulasi melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, dengan penetapan kriteria konsumen yang berhak secara tegas dan terperinci.

“Kendaraan pribadi roda empat bermesin kapasitas silinder besar [cc tinggi] serta kendaraan milik korporasi skala menengah-atas tidak boleh lagi menikmati BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar,” jelasnya.

Selanjutnya, Hadi menganggap penggunaan teknologi digitalisasi pada titik distribusi (spout) di seluruh SPBU merupakan fondasi penataan yang sangat krusial.

Menurutnya, penerapan QR code, sistem pembatasan kuota harian berbasis NIK/STNK, serta integrasi data kendaraan dengan Korlantas Polri dan Korporasi Migas harus diimplementasikan secara komprehensif tanpa celah guna menutup potensi kebocoran, penimbunan, serta penyalahgunaan BBM subsidi oleh sektor industri ilegal maupun perkebunan skala besar.

Sebagai langkah penataan hilir berikutnya, Hadi menyarankan adanya efisiensi pada saluran distribusi logistik energi nasional melalui optimalisasi jaringan pipa BBM serta penambahan armada moda transportasi laut yang lebih efisien untuk memangkas ongkos angkut (freight cost). 

“Efisiensi rantai pasok ini diperkirakan mampu menekan biaya distribusi energi hingga 5% sampai 8%, yang hasilnya dapat dialokasikan untuk memperkuat cadangan penyangga energi nasional atau strategic petroleum reserve [SPR],” katanya.

Sebelumnya, kelangkaan BBM khususnya jenis solar atau diesel secara global akibat perang di Iran dan Ukraina diperkirakan tidak akan mereda hingga tahun depan, sehingga memperpanjang lonjakan biaya bahan bakar yang pada akhirnya membebani perekonomian di seluruh dunia.

Dalam perkembangannya, Goldman Sachs memperkirakan kenaikan harga diesel mulai merembet ke bensin atau gasoline.

Di Amerika Serikat (AS), menurut American Automobile Association, rata-rata harga nasional diesel mulai naik menjadi US$6,505/galon per Sabtu (19/9/2026) waktu setempat. Hal ini merefleksikan pertanda ketatnya pasokan yang terus berlanjut mulai terlihat di pasar penyimpanan.

Perusahaan kilang dan trader di Amerika Utara enggan memperpanjang kontrak sewa penyimpanan diesel karena minimnya bahan bakar yang tersedia untuk disimpan, sebagaimana ditunjukkan oleh data dari broker penyimpanan, The Tank Tiger.

Beberapa negara di dunia juga telah memunculkan wacana untuk melarang ekspor produk olahan minyak utamanya, termasuk bensin dan solar, seiring dengan harga eceran solar di AS yang menembus rekor melampaui US$6/galon dan harga bensin telah menembus angka US$4/galon, rekor tertinggi untuk periode tahun ini.

Presiden Donald Trump sebelumnya telah menegaskan agar harga bahan bakar bagi konsumen warga AS harus turun menjelang pemilu sela. 

Meskipun wacana penghentian ekspor BBM akan mengamankan harga domestik di Amerika, kebijakan ini sangat rawan karena dapat menghantam pasar energi global dan membuat pasokan dunia menipis, yang berimbas pada kenaikan harga bensin dan solar di negara-negara importir.

Di sisi lain, Rusia secara resmi memperpanjang kebijakan larangan ekspor solar melewati 30 September demi menjaga kestabilan pasokan pasar domestik mereka di tengah eskalasi konflik dengan Ukraina.

"Keputusan ini diambil untuk mendukung stabilitas pasar bahan bakar domestik," demikian bunyi pernyataan Pemerintah Rusia.

Pada saat yang bersamaan, China juga sedang mengkaji pembatasan ekspor bahan bakarnya karena tingkat persediaan stok bensin dan solar di kilang-kilang dalam negerinya terus menipis dan berada di titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut JLC ​​International, stok bensin di perusahaan pemasok bahan bakar milik negara China turun 2,9% pekan lalu ke level terendah sejak 2022. Sementara itu, cadangan solar menyusut 2,4% ke level terendah dalam 15 bulan.

(wdh)

No more pages