Di sisi lain, Danhil menyatakan, Prabowo memerintahkan Kementerian Haji dan Umrah untuk membasmi kartel haji dan kartel umrah. Selain itu, presiden juga ingin Kementerian Haji memperpendek antrean atau masa tunggu haji. Saat ini antrean yang paling lama tercatat pada 49 tahun; sedangka rata-rata antrean sekitar 26 tahun.
“Tapi tahun lalu Presiden juga menyatakan itu masih lama, akhirnya Pak Menteri, saya dan seluruh tim di Kementerian Haji itu membersihkan atau memvalidasi 5,7 juta data jemaah haji yang ada sekarang dan kami temukan ada 400.000 data invalid,” ujar dia.
Kendati begitu, dia menyatakan berdasarkan fakta yang ditemukan antrean haji pada tahun ini rata-rata hanya mencapai 14 tahun. "Sesuai dengan perintah Presiden mencari formula dan membereskan data-data yang invalid 400.000-an itu,” ungkap Danhil.
(azr/frg)






























