Logo Bloomberg Technoz

Serbuk berwarna menyerupai abu sisa pembakaran juga ditemukan di sekitar lokasi. Material tersebut diduga berkaitan dengan proses pemanasan atau pembakaran material permukaan akibat paparan panas.

Meski aktivitas termal di lokasi manifestasi cenderung menurun, kondisi gas di sekitar lokasi masih menunjukkan pelepasan gas vulkanik yang signifikan. Bau sulfur yang menyengat juga masih tercium pada arah angin dari lokasi manifestasi.

Potensi bahaya dari kemunculan blue fire tersebut antara lain semburan dan paparan gas vulkanik beracun dengan konsentrasi di atas ambang batas. Karena itu, pengunjung juga diminta mewaspadai gas beracun yang konsentrasinya dapat meningkat secara tiba-tiba.

Berdasarkan pemantauan hingga 26 September 2026, blue fire yang sebelumnya teramati di area Kawah Manuk sudah tidak teramati. Gunung Papandayan sendiri masih berada pada tingkat aktivitas Level I (Normal).

Badan Geologi melalui PVMBG tetap melakukan pemantauan secara intensif dan berkelanjutan terhadap perkembangan aktivitas di Kawah Manuk sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan terulangnya fenomena serupa:

Adapun rekomendasi Badan Geologi bagi masyarakat sekitar serta wisatawan, pendaki, dan pengunjung Gunung Papandayan adalah:

  1. Tidak beraktivitas dan menginap di kawasan bukaan kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Papandayan, yaitu Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk/Balagadama dalam radius 500 meter, serta saat cuaca mendung dan hujan
  2. Mewaspadai gas beracun yang konsentrasinya dapat meningkat secara tiba-tiba
  3. Mewaspadai terjadinya letusan yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas
  4. Mewaspadai potensi longsor di dinding kawah kompleks Gunung Papandayan

(dec/del)

No more pages