Logo Bloomberg Technoz

Dalam laporan yang sama, dia juga menyampaikan bahwa tebalnya kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat telah mengganggu penerbangan komersial maupun operasi udara untuk penanganan karhutla.

“Dengan kata lain, keberlangsungan layanan dasar dan aktivitas masyarakat menjadi salah satu gambaran situasi lapangan yang dilaporkan. Namun demikian, aspek keselamatan, kesehatan, kualitas udara, dan penanganan sumber karhutla tetap menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya. 

Di sisi lain, dia memahami penggunaan kata normal dapat menimbulkan persepsi seolah-olah kondisi masyarakat tidak terdampak. Untuk itu, dia meluruskan bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan masih memerlukan penanganan serius dan pemerintah tidak menganggap persoalan ini telah selesai.

“Oleh karena itu, saya memohon maaf kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan jika pilihan kata yang saya gunakan dalam laporan tersebut dinilai menimbulkan kesan bahwa pemerintah menganggap kondisi masyarakat di tengah bencana kabut asap sebagai situasi yang biasa saja. Bukan begitu maksud saya,” ujarnya. 

Dia memastikan BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan dan seluruh unsur terkait terus bekerja untuk melakukan pemadaman, penanganan dampak kesehatan serta perlindungan masyarakat atas ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Sebelumnya, Suharyanto melaporkan masih terdapat 209,78 hektare lahan dan hutan yang masih terbakar di Sumatra dan Kalimantan per 22 September 2026.

Angka ini berkurang dari total lahan yang seluruhnya terbakar mencapai 1.212,52 hektare. Meski luas lahan yang terbakar terus berkurang, kata dia, kabut asap di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masih cukup tebal atau pekat. Hal ini terjadi karena turunnya hujan masih sangat minim bahkan setelah melalui operasi modifikasi cuaca.

Luas Lahan Terbakar di 6 Provinsi Sumatra dan Kalimantan
1. Kalimantan Tengah: 29,7 hektare
2. ⁠Kalimantan Selatan: 63,16 hektare
3. ⁠Kalimantan Barat: 11,74 hektare
4. ⁠Sumatra Selatan: 35,5 hektare
5. ⁠Riau: 56,68 hektare
6. ⁠Jambi: 13 hektare

(ain)

No more pages