Logo Bloomberg Technoz

Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun sedikit di atas 5,50% pada Jumat sore waktu New York, naik sekitar tiga basis poin sepanjang hari itu, sedangkan imbal hasil tenor dua tahun turun sekitar tujuh basis poin.

“Harga di segmen jangka pendek sudah terlalu tinggi,” kata Monty Gandhi, ahli strategi suku bunga SMBC Group. “Investor jangka pendek berniat membeli obligasi jangka pendek dengan asumsi bahwa sentimen bearish lebih lanjut akan berdampak pada segmen jangka menengah atau mencerminkan ekspektasi ‘tinggi lebih lama’.”

Imbal hasil jangka pendek mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun pada awal pekan ini karena antisipasi bahwa kenaikan suku bunga The Fed pada September, yang pertama sejak 2023, akan menjadi awal dari serangkaian kenaikan lain, seiring perang AS di Timur Tengah yang menopang harga energi.

Harga Minyak

Kenaikan imbal hasil jangka panjang pada Jumat juga bertolak belakang dengan penurunan harga minyak, yang selama ini menjadi faktor pendorong utama perubahan harian imbal hasil Treasury di tengah guncangan pasokan akibat perang. Kontrak berjangka minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), ditutup turun 2,3% di level US$92,41.

"Dengan kenaikan suku bunga yang kini dilakukan sebagai respons langsung terhadap tingginya harga energi, tidak ada batas atas yang jelas dalam jangka pendek terkait besaran kenaikan yang dapat diperhitungkan oleh pasar," ujar ekonom Citigroup, Andrew Hollenhorst, dalam laporannya.

Para ahli strategi suku bunga dari Morgan Stanley menaikkan perkiraan imbal hasil Treasury mereka berdasarkan perkiraan terbaru perusahaan mengenai pengetatan kebijakan lanjutan oleh The Fed, mencatat bahwa ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan The Fed menjadi faktor utama di balik pergerakan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun.

Kenaikan imbal hasil Treasury tidak hanya mencerminkan potensi harga energi yang lebih tinggi untuk menjaga indikator inflasi umum tetap tinggi, tetapi juga indikasi bahwa ekonomi dan perusahaan-perusahaan AS mampu beradaptasi dengan baik terhadap suku bunga yang lebih tinggi.

Indikator sentimen konsumen yang dirilis Jumat oleh University of Michigan—meski sempat turun ke level terendah dalam empat bulan pada September—ternyata bertahan lebih baik daripada perkiraan para ekonom.

Kurva Imbal Hasil

Pergerakan imbal hasil pada Jumat memperlebar selisih antara imbal hasil jangka pendek dan jangka panjang. Segmen-segmen utama seperti imbal hasil obligasi AS bertenor 2 hingga 10 tahun dan 5 hingga 30 tahun pulih dari level terendah dalam lebih dari setahun, yang dicapai awal pekan ini ketika imbal hasil jangka pendek awalnya naik lebih tajam.

Aktivitas pada kontrak berjangka Treasury menunjukkan bahwa para trader melakukan aksi ambil untung (profit taking) atas posisi mereka sebelumnya.

Sebagai contoh, sepasang transaksi blok yang melibatkan obligasi tenor lima tahun dan kontrak berjangka Ultra Bond—yang dieksekusi secara bersamaan sesaat sebelum pukul 10.00 pagi waktu New York—dilakukan di tingkat harga yang mengindikasikan adanya pembelian obligasi tenor lima tahun dan penjualan Ultra Bond.

(bbn)

No more pages