Zelenskyy dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov masing-masing mengadakan pertemuan terpisah dengan pejabat pemerintahan Trump di New York pekan ini.
AS telah mendesak kedua belah pihak untuk menyetujui gencatan senjata terkait serangan terhadap aset energi masing-masing di tengah melonjaknya harga diesel global. Namun, tak satu pun pihak yang menyetujuinya.
Zelenskyy mengatakan pada Jumat bahwa negosiasi damai teknis antara Ukraina dan Rusia kemungkinan akan berlangsung di Uni Emirat Arab, meski AS belum mengusulkan tanggal pelaksanaannya.
Para pejabat Eropa menyatakan Trump dan timnya terbuka terhadap upaya lobi mereka terkait dukungan bagi Ukraina sebelum musim dingin tiba. Mereka juga menyebut pertemuan Trump dengan Zelenskyy secara umum berjalan positif.
Trump belum memutuskan apakah akan mengirim lebih banyak pasokan pertahanan udara ke Ukraina musim dingin ini, karena AS sendiri sedang menghadapi kelangkaan pasokan akibat perang dengan Iran. Namun, dia telah setuju untuk memberikan izin kepada Ukraina guna memproduksi rudal Patriot.
Pada Jumat, Zelenskyy mengatakan Trump memberitahunya bahwa keputusan akhir telah diambil pekan ini, meski tidak merinci waktu pengirimannya.
Produksi diperkirakan baru akan dimulai setidaknya dalam waktu satu tahun, sehingga tidak akan menjawab kebutuhan mendesak Ukraina untuk melindungi aset infrastruktur vitalnya dari serangan Rusia selama bulan-bulan dingin.
Usulan Trump mengenai pertemuan dengan Rusia muncul pada pekan yang sama saat Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengumumkan AS telah mengundang Putin untuk menghadiri KTT G20 di Florida pada Desember, pernyataan yang menuai kritik di Eropa.
Diplomat tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan kepada CNN bahwa pengumuman tersebut "sangat sulit untuk didengar."
Pihak-pihak yang dekat dengan Kremlin mengisyaratkan bahwa Putin kemungkinan besar tidak akan menghadiri KTT G20, dan justru mendatangi KTT yang diselenggarakan oleh Presiden China Xi Jinping pada November.
Eropa juga semakin khawatir dengan desakan sejumlah anggota parlemen Partai Republik untuk melarang ekspor diesel AS.
Pekan ini, Trump menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut, mengingat konflik di Iran dan Ukraina telah mendongkrkak harga bahan bakar tersebut ke rekor tertinggi.
Penangguhan ekspor akan memaksa Eropa dan Amerika Latin mencari alternatif yang sulit didapat, sehingga menambah tekanan inflasi di seluruh dunia.
Trump menghadapi tekanan untuk mengatasi tingginya harga diesel di AS menjelang Pemilu sela November.
(bbn)

























