Logo Bloomberg Technoz

IHSG Ditutup Turun 0,9%, Saham BYAN Jadi Laggard Terberat

Muhammad Julian Fadli
25 September 2026 16:55

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,9% di posisi 6.241,89 pada penutupan perdagangan Jumat (25/9/2026). Indeks Komposit ditekan performa negatif saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hingga menjadi pemberat (laggard).

Sepanjang perdagangan IHSG terus–menerus terpeleset di zona merah. Adapun rentang perdagangan terjadi pada 6.328,41 hingga terdalam menyentuh 6.231,83.

IHSG Penutupan Sesi II pada Jumat 25 September 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp9,57 triliun dari 33,27 miliar saham ditransaksikan, dengan frekuensi terjadi 1,63 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 118 saham, dan 558 saham melemah. Sisanya 117 saham stagnan.

Penyebab IHSG Melemah


Saham–saham perindustrian, saham infrastruktur, dan saham transportasi utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 2,51%, 2,21%, dan 1,84% begitu juga saham teknologi drop 1,72%, disusul oleh pelemahan pada saham konsumen primer dengan melemah 1,36%.

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks terutama saham BYAN.