Logo Bloomberg Technoz

Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (25/9/2026).

  1. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 4,5 poin
  2. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 3,87 poin
  3. PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 3,27 poin
  4. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengurangi 3,06 poin
  5. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengurangi 3,01 poin
  6. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 2,98 poin
  7. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 2,91 poin
  8. PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) mengurangi 2,24 poin
  9. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mengurangi 1,96 poin
  10. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengurangi 1,95 poin

Adapun saham LQ45 lain juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) drop 4,67%, saham PT Indofood CBP Tbk (ICBP) terpeleset 4,66%, dan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga melemah dengan kehilangan 4,44%.

Saham–saham LQ45 lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) drop 3,24%, saham PT XLSmart Tbk (EXCL) terpeleset 2,92%, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga melemah dengan kehilangan 2,68%.

Analis Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah 0,9% di level 6.241,89 pada perdagangan Jumat (25/9/2026), sehingga selama satu minggu ini IHSG mencatat pelemahan 3,09% point–to–point. 

Sebabnya, Kenaikan yield obligasi global akibat kekhawatiran akan berlanjutnya kenaikan suku bunga The Fed dan harga minyak yang bertahan di level tinggi menjadi faktor-faktor yang memicu pelemahan Indeks Komposit. 

“Kenaikan yield obligasi memicu tekanan jual pada bursa saham global, karena investor beralih ke aset yang lebih aman dengan yield tinggi,” analisis Phintraco Sekuritas.

Selain itu, Kenaikan yield obligasi acuan memicu kenaikan suku bunga kredit sehingga emiten akan menghadapi biaya pinjaman yang lebih mahal. Harga minyak mentah sedikit mendingin terdorong sentimen Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mulai mempertimbangkan kesepakatan bertahap yang diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap pelabuhan di Iran. 

Dengan itu secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA100. Sehingga diprediksi IHSG masih berpotensi menguji level di level 6.186–6.200 pada perdagangan minggu depan.

(fad)

No more pages