Logo Bloomberg Technoz

Iding menyebut lembaganya telah melakukan simulasi terkait rencana penghapusan batas bawah harga saham Rp50 per saham tersebut.

“Kalaupun terjadi penjualan, tekanan harga itu impact-nya sudah kita ukur ke market tidak terlalu besar. Masih manageable,” tutur Iding baru-baru ini.

Iding menambahkan, simulasi itu turut memperhitungkan potensi tekanan jual saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yang tengah hangat diperbincangkan di kalangan investor ritel.

Saham Gocap, GOTO (Bloomberg)

Dengan penghapusan batas bawah, harga saham diharapkan dapat menemukan titik keseimbangan baru yang berdasarkan benar-benar mekanisme pasar.

Daftar Saham Gocap Terbaru

Sejumlah saham terpantau menjadi pendatang baru di jajaran saham gocap. Misal, saham PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG). Kemarin, saham Grup MNC Milik Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) mengalami penurunan hingga mencapai titik terendah Rp50 per saham.

Pada perdagangan hari ini, Jumat (25/9/2026), PT Minna Padi Aset Manajemen Tbk (PADI) turut bergabung di deretan saham gocap. Bersama PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) dan PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG).

Berikut daftar lengkap saham gocap berdasarkan data Bloomberg per 25 September:

  • PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU)
  • PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)
  • PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS)
  • PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL)
  • PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS)
  • PT Minna Padi Aset Manajemen Tbk (PADI)
  • PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV)
  • PT Modernland Realty Ltd. Tbk (MDLN)
  • PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI)
  • PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) 
  • PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG)
  • PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF)
  • PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI)
  • PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT)
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
  • PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC)
  • PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) 
  • PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO)
  • PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK)
  • PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW)
  • PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP)
  • PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP)
  • PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP)
  • PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA)
  • PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA)
  • PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS),
  • PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG).

Saham yang Jadi Perhatian Investor

Animo terbesar tertuju pada saham GOTO, yang memiliki bobot terbesar di antara saham-saham gocap yang lain. Berdasarkan data Bloomberg, bobot GOTO terhadap IHSG mencapai 1,47%.

Menurut pandangan CGS International Sekuritas Indonesia, perubahan tersebut berdampak negatif dalam jangka pendek bagi emiten saham GOTO yang telah terkunci di Rp50 per saham sejak Mei lalu.

Dari papan perdagangan atau order book per siang hari ini, ada antrean jual di harga Rp50 per saham bagi saham GOTO mencapai 390 juta lot saham– yang setara dengan nilai transaksi mencapai Rp1,9 triliun lebih.

“Penghapusan batas bawah harga Rp50 akan memungkinkan saham tersebut diperdagangkan di bawah level itu, di tengah perkiraan adanya arus keluar dana pasif (passive outflow) menyusul dikeluarkannya saham tersebut dari indeks MSCI dan FTSE baru–baru ini,” papar analis CGS International, Joanne Ong.

Dalam skenario paling konservatif (yang menurut Ong terlalu pesimistis), ditetapkan nilai nol untuk on-demand (ODS) sehingga menghasilkan nilai wajar sebesar Rp43 per saham, atau setara dengan rasio EV/EBITDA 10x untuk proyeksi tahun penuh 2026. 

“Oleh karena itu, kami memandang penurunan harga saham ke level Rp43 atau lebih rendah sebagai peluang buy–on–weakness yang sangat menarik,” tambah Ong.

Di samping itu, juga masih ada potential re-rating catalysts meliputi pertumbuhan gross transaction value (GTV) yang melampaui ekspektasi dan peningkatan lebih lanjut dalam efisiensi operasional atau dari sisi fundamental.

Kemudian, emiten lain yang jadi perhatian adalah saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA). Ribuan hingga puluhan ribu investor ritel tercatat masih menggenggam saham DADA, berdasarkan data RTI Business, yang bersamaan dengan liarnya volatilitas harga.

Saham Gocap, DADA (Bloomberg)

Antrean jual tepat di harga Rp50 per saham tercatat membludak hingga 2,48 juta lot, dengan nilai transaksi harian hanya Rp28 juta.

Sementara saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) juga dihantui tekanan jual. Order book per siang hari ini ada antrean jual di harga Rp50 per saham mencapai 2 juta lot lebih.

Menyusul saham PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) yang masih menggenggam kapitalisasi pasar mencapai Rp9,29 triliun. Namun memang antrean jual di harga Rp50 per saham meluber hingga 1,35 juta lot.

Keuntungan Bagi Investor

Dari situ, antrean jual yang sudah lama terkunci di harga Rp50 per saham justru bakal memberikan ruang mekanisme harga yang lebih fleksibel. Antrean jual (sell queue) lebih cepat terserap pasar dibanding saat harga tertahan di batas harga terendah Rp50.

Dengan aturan baru, harga saham di pasar reguler nantinya dapat diperjualbelikan hingga batas bawah terendah Rp1 per saham, sehingga ruang pembentukan harga menjadi jauh lebih lebar.

Perubahan ini turut menggeser perspektif investor akibat batas harga minimum. Saham yang secara fundamental sudah tidak mampu bertahan di harga Rp50 dapat menciptakan harga keseimbangan baru dari sisi supply and demand.

Sebaliknya, saham yang selama ini tertahan di harga Rp50 karena batas bawah juga dapat kembali bergerak ketika sentimen dan fundamental membaik. Transparansi dan likuiditas pun berpotensi membesar.

(fad/aji)

No more pages