Salah satu peserta atau calon manajer lainnya, yang juga ikutserta dalam program Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) juga merasakan hal serupa, dengan keterbatasan akses informasi.
Hanya saja, sebelum akhir pelatihan usai, dia mengaku peserta sempat diarahkan oleh panitia seleksi nasional (Panselnas) untuk membuat akum Simkopdes, sebuah sistem digital terintegrasi untuk mengelola hingga memantau tata kelola program Kopdes.
"Namun sampai saat ini link tersebut tak kunjung memberikan informasi atau pengumuman," kata dia.
"Untuk cari informasi, kami selalu chat personal ke media TikTok atau Instagram Kemenkop."
Kabar mengenai penerbitan SK penugasan sendiri sebelumnya sudah dipastikan oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono beberapa waktu lalu lewat unggahan media sosial resminya.
Dalam unggahan tersebut, Ferry memastikan target penempatan, sekaligus penerbitan SK diharapkan paling lambat hari ini, Jumat (25/9/2026).
"Target percepatan manajer juga diharapkan bisa paling lambat tanggal 25 September juga," ujar Ferry.
Kemarin, kabar terbit SK Manajer Kopdes juga diungkapkan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.
"SK dari manajer koperasi ini hari ini sudah terbit, sistem penggajian juga dari Kementerian Keuangan juga sudah ada," ujar Dudung kantor staf kepresidenan, Rabu (23/9/2026).
Dudung dalam kesempatan itu juga meminta Kementerian Koperasi bersama Agrinas memastikan Kopdes Merah Putih yang sudah siap diaktifkan untuk segera beroperasi.
"Baik Bulog, Pertamina, termasuk Patra Niaga, Pupuk Indonesia, ID FOOD, dan pihak terkait harus memastikan bahwa alokasi pasokan, mekanisme pemesanan dan pembayaran, pengiriman, serta keberlanjutan stok," ujar dia.
(ain)




























