Lapas Gunung Sindur Integrasikan 4 Unit Produksi Pangan Mandiri

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur mengembangkan program Lapas Pangan Mandiri untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian warga binaan. Program ini telah melibatkan 55 warga binaan, meningkat dari sebelumnya enam orang.
Melalui program tersebut, Lapas mengintegrasikan empat unit produksi, yaitu penggilingan beras, peternakan ayam petelur, pertanian, dan fabrikasi kandang baterai. Hasil produksi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal sekaligus disalurkan kepada mitra dan masyarakat.
Unit penggilingan beras telah menghasilkan sekitar 12 ton beras dengan nilai produksi mencapai Rp157 juta. Fasilitas ini dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Abisatya Makmur Sejahtera dengan mengubah gudang menjadi tempat produksi. Dua mesin penggilingan mampu mengolah rata-rata dua ton gabah per hari, menghasilkan sekitar 700 kilogram beras dan 180 kilogram dedak dari setiap ton gabah.
“Dengan menggunakan dua unit mesin ini, kita bisa menggiling padi rata-rata dua ton dalam sehari dan menghasilkan beras 700 kilo dari satu ton padi, menghasilkan dedak 180 kilo,” ucap Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bambang Wijanarko, di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jumat (21/8/2026).
Di sektor peternakan, Lapas mengembangkan ayam petelur dengan dukungan sponsorship Primkopasindo senilai Rp268 juta. Produksi telur mencapai sekitar 455 kilogram per bulan dengan nilai Rp11,245 juta yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas.
























