Logo Bloomberg Technoz

“Karena big machine itu secara value per unitnya itu bisa [setara] 15 kali lebih besar dibandingkan small machine. Jadi bisa menjual satu atau dua unit saja, kontribusinya bagus sekali,” jelasnya.

Vilihati mengatakan tekanan terhadap pembelian alat berat tersebut tidak hanya terjadi pada pelanggan eksternal UNTR. PAMA sebagai perusahaan kontraktor pertambangan di dalam grup United Tractors juga melakukan penyesuaian pembelian Komatsu.

“Termasuk juga PAMA, karena ini salah satu juga [upaya] untuk jaga ownership capacity, PAMA terpaksa juga harus mengerem pembelian Komatsu,” kata Vilihati.

PAMA sendiri menjalankan bisnis kontraktor pertambangan secara terintegrasi, termasuk kegiatan pemindahan tanah atau overburden removal serta produksi batu bara.

Dengan adanya penyesuaian pembelian alat berat, perseroan juga menghadapi tekanan pada aktivitas operasional PAMA. Hingga delapan bulan 2026, aktivitas yang berkaitan dengan overburden removal dan produksi batu bara disebut turun 8%.

Meski penjualan unit alat berat mengalami tekanan, UNTR masih memiliki sumber pendapatan lainnya dari bisnis alat berat, termasuk pendapatan dari parts dan service.

Vilihati mengatakan, pendapatan tersebut relatif tumbuh 1% menjadi sekitar Rp5,5 triliun.

“Selain pendapatan dari penjualan unit, kami juga mempunyai pendapatan [parts dan service], jadi kalau kita lihat ini relatif naik 1% ke angka Rp5,5 triliun,” ujarnya.

Penurunan penjualan alat berat tersebut menjadi salah satu dampak dari kondisi industri pertambangan pada 2026. Menurut Vilihati, customer di sektor coal mining melakukan penyesuaian pembelian karena dampak RKAB.

Selain menahan pembelian alat berat, PAMA juga melakukan penyesuaian terhadap belanja modal untuk menghadapi kondisi tersebut.

Vilihati mengatakan perseroan melakukan pengurangan capex sekaligus meningkatkan efisiensi dan prioritas dalam penggunaan belanja modal.

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons perseroan terhadap tantangan bisnis pada tahun ini, terutama dampak RKAB terhadap aktivitas pertambangan.

(dhf)

No more pages