Logo Bloomberg Technoz

7 Ide Usaha Laris Manis Jelang Imlek, Cek Modal & Risikonya

Referensi
05 February 2026 18:50

Calon pembeli memilih pernak pernik imlek yang dijual di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta, Senin (2/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Calon pembeli memilih pernak pernik imlek yang dijual di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta, Senin (2/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tahun Baru Imlek kembali menjadi salah satu penggerak ekonomi musiman paling aktif di awal tahun. Momentum budaya ini tidak hanya sarat makna tradisi, tetapi juga memicu lonjakan konsumsi masyarakat dalam waktu yang relatif singkat.

Dari makanan khas hingga perlengkapan ibadah, permintaan berbagai produk meningkat tajam menjelang hari perayaan. 

Fenomena ini membuka peluang usaha jangka pendek yang menarik, sekaligus menuntut perhitungan keuangan yang matang agar tidak berubah menjadi beban finansial.

Lonjakan Konsumsi Imlek Bukan Kebetulan

Umat meenyalakan lilin untuk sembahyang Imlek di Vihara Punna Karya, Banten, Selasa (28/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pola belanja saat Imlek cenderung konsisten dari tahun ke tahun. Ada faktor sosial, simbolik, dan waktu yang membuat perputaran uang meningkat signifikan.

Kewajiban Sosial dan Relasi

Imlek memiliki dimensi kewajiban sosial yang kuat. Memberi angpao, hampers, hingga menjamu keluarga bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan bagian dari menjaga relasi keluarga dan bisnis.

Makna Simbolik Mengalahkan Harga