Logo Bloomberg Technoz

Anak perempuan berusia 12 tahun yang ditembak delapan kali mengalami “luka serius”, tetapi kondisinya stabil, kata Wali Kota La Verrière Nicolas Dainville.

Polisi menangkap terduga pelaku penembakan, seorang pria berusia 39 tahun menurut sumber yang mengetahui kasus tersebut, di Coignières, sebuah kota di dekat lokasi kejadian. 

Petugas menemukan senapan mesin ringan dan granat gas air mata pada pria tersebut, menurut sumber kepolisian. Pria itu juga memasang perangkap berbahaya di apartemennya menggunakan tiga tabung gas dan kabel listrik yang “terhubung ke alat pengatur waktu”, menurut jaksa antiterorisme.

Jaksa mengatakan mereka telah membuka penyelidikan atas dugaan “pembunuhan yang terkait dengan kegiatan teroris”.

Rabeh mengatakan pria tersebut melepaskan tembakan secara sporadis dari mobilnya. Korban tewas, katanya, “berasal dari Afrika”.

Salah satu korban luka, yang “berada dalam kondisi kritis”, berasal dari Afrika Utara, tambahnya.

Serangan tersebut “secara objektif merupakan serangan rasis, kemungkinan besar juga Islamofobia”, kata sang wali kota. Ia menyerukan persatuan nasional setelah jumlah korban luka bertambah dari laporan awal yang menyebutkan empat orang terluka.

Dainville mengatakan dua korban luka di wilayahnya merupakan petugas kebersihan yang sedang bekerja di sebuah sekolah pada Jumat pagi ketika pelaku keluar dari mobil dan melepaskan tembakan. Keduanya berasal dari Afrika.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez mengunjungi kedua kota yang terdampak. Ia menyebut penembakan tersebut sebagai “tindak kejahatan teroris yang jelas”.

Seorang sumber kepolisian mengatakan bahwa pria itu melepaskan tembakan secara beruntun dari kendaraannya sekitar pukul 10.30 waktu setempat (08.30 GMT).

Dalam unggahan di X, Perdana Menteri Sébastien Lecornu menyebut kasus tersebut “sangat serius” dan mengatakan bahwa “seluruh sumber daya aparat keamanan dan peradilan telah dikerahkan sepenuhnya”.

Sebelumnya pada hari yang sama, Macron mengatakan bahwa “negara berdiri bersama” para korban yang mengalami “penderitaan mengerikan” tersebut.

Penembakan ini terjadi ketika situasi di Prancis masih tegang setelah kerusuhan akhir pekan lalu yang menyertai demonstrasi besar-besaran menuntut penanganan masalah biaya hidup. Kerusuhan tersebut termasuk salah satu aksi kekerasan jalanan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Demonstrasi lanjutan diperkirakan berlangsung pada akhir pekan ini. Namun, polisi akan dikerahkan dalam jumlah besar setelah pemberlakuan jam malam pada malam hari selama sepekan di berbagai kota di seluruh negeri.

(del)

No more pages