Logo Bloomberg Technoz

“Jadi, saat ini prosesnya masih berjalan. Namun, sejauh yang saya lihat, hasil sementaranya bagus,” ujarnya.

Selain itu, kandidat vaksin TBC juga dikembangkan oleh CanSino bersama grup Etana menggunakan metode inhalasi atau pemberian melalui saluran pernapasan. 

Taruna mengatakan hasil uji klinis fase I kandidat vaksin tersebut menunjukkan profil keamanan yang baik dan hasil awal yang cukup menjanjikan. Kandidat itu selanjutnya akan memasuki fase II.

BPOM juga akan mengevaluasi kandidat vaksin TBC yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Taruna mengatakan evaluasi bersama tim BRIN direncanakan berlangsung pada pekan berikutnya untuk melihat perkembangan penelitian tersebut.

“Jadi, pengembangan vaksin tuberkulosis semuanya masih berjalan,” kata Taruna.

Pengembangan vaksin menjadi salah satu upaya untuk mendukung target Presiden dalam mengeliminasi TBC di Indonesia. 

Taruna menyebut Indonesia saat ini memiliki jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia setelah India. Dia juga menyoroti tingginya beban penyakit tersebut jika dilihat berdasarkan kepadatan kasus per 100.000 penduduk.

“Kita ingin menghilangkan kesan tersebut, tetapi yang paling penting adalah kita ingin menyehatkan rakyat. Ada dua pendekatan, yaitu pencegahan melalui upaya promotif dan pencegahan melalui vaksinasi,” ujarnya.

Di sisi pengobatan, Taruna mengatakan obat-obatan standar untuk pasien TBC masih tersedia. Namun, pengembangan produk baru tetap diperlukan karena efektivitas sejumlah obat dinilai mulai menurun.

“Saya melihat ketersediaan obat-obatan tuberkulosis sudah siap. Hanya saja, efikasinya mulai menurun. Oleh karena itu, perlu ada pengembangan produk-produk baru untuk tuberkulosis,” kata Taruna.

(dec/spt)

No more pages