Budi juga mengungkapkan jumlah kabupaten/kota yang masuk kategori merah dan hitam berdasarkan pemantauan kondisi karhutla turun dari sebelumnya 50 daerah menjadi 22 daerah.
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan di wilayah terdampak, Kementerian Kesehatan telah mengirimkan sekitar satu juta masker. Pemerintah juga berencana memenuhi kekurangan 1,6 juta masker pada pekan ini hingga awal pekan depan.
"Kekurangannya itu ada 1,6 juta, kita akan penuhi kalau bisa minggu ini, awal minggu depan selesai dikirim," ujar Budi.
Selain masker, Kemenkes menyiapkan fasilitas oksigen berupa tabung oksigen beserta selangnya atau oksigen konsentrator untuk puskesmas di wilayah dengan dampak karhutla kategori merah dan hitam. Pengiriman fasilitas tersebut ditargetkan berlangsung dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Kemenkes juga mendistribusikan obat-obatan untuk mendukung penanganan pasien ISPA di puskesmas. Budi mengatakan fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut diharapkan dapat menangani pasien yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
"Kalau sudah benar-benar sakit, ada obat-obatannya. Obat-obatan ISPA itu ditangani di puskesmas harusnya selesai. Nah, itu yang sekarang sedang kita kirim obat-obatannya ke seluruh puskesmas," katanya.
Kemenkes terus memantau perkembangan kasus dan kebutuhan logistik kesehatan di daerah terdampak melalui koordinasi harian dengan dinas kesehatan setempat.
(dec/spt)



























