“Eskalasi geopolitik terbaru mengindikasikan kemungkinan serangan yang lebih intensif terhadap Iran, sehingga mendorong harga minyak mentah naik di sepanjang kurva harga,” kata Dennis Kissler, wakil presiden senior bidang perdagangan di BOK Financial Securities Inc. “Sebagian besar pedagang menilai perkembangan terbaru ini sebagai sinyal bahwa harga akan bertahan tinggi untuk waktu yang lebih lama.”
Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman berulang kali menyerang Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan minyak milik negara, Aramco, mengosongkan kantor pusatnya di Dhahran pada Kamis dan meminta para pegawai bekerja dari rumah setelah alarm berbunyi, menurut sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut. Penyebab alarm itu belum diketahui saat laporan ini ditulis.
Meski aliran minyak mentah dari kawasan Teluk Persia telah pulih, pengiriman produk olahan minyak dari kawasan tersebut masih terbatas. Kondisi ini, ditambah meningkatnya serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia, mendorong sejumlah pemerintah menggunakan cadangan minyak mereka. Trump juga mendorong berbagai langkah untuk menurunkan harga menjelang pemilihan paruh waktu, termasuk kesepakatan pasokan solar dengan Moskow.
Sementara itu, pasar bahan bakar domestik Rusia mulai menunjukkan perbaikan, dengan produksi bensin dan solar meningkat, menurut laporan Interfax yang mengutip pemerintah Rusia. Persediaan bahan bakar juga mulai kembali terisi, menurut laporan tersebut.
Harga:
- Minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember turun 0,5 persen menjadi US$99,00 per barel pada pukul 06.52 waktu Singapura.
- Minyak mentah Brent untuk penyelesaian kontrak Desember naik 4 persen dan ditutup pada US$113,17 per barel pada Kamis.
(bbn)































