Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Tutup Perdagangan di Rp18.050/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
22 October 2026 15:29

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan pasat spot dengan pelemahan 0,25% ke Rp18.050/US$, seiring harga minyak Brent yang melejit 2,98% ke US$112,25/barel. Tekanan itu kian terasa di pasar luar negeri. Rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) sore ini bergerak di Rp18.093/US$. 

Sementara, gerak mata uang Asia relatif beragam ditopang meredanya tekanan dolar Amerika Serikat (AS), dengan indeks dolar terpangkas 0,22% ke 101,55. Yen Jepang menguat paling tajam, disusul won Korea Selatan, dolar Hong Kong, yuan China, dolar Singapura dan yuan offshore. 

Sebaliknya, mata uang lainnya masih mencatat pelemahan. Speerti rupee India, peso Filipina, rupiah, dolar Taiwan, baht Thailand, dan ringgit Malaysia. 

Rupiah dan mata uang Asia (Bloomberg)

Dari pasar obligasi global, tekanan juga melandai. Yield US Treasury turun 3,8 basis poin (bps) jadi 5,08% seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat (AS). Gubernur Kevin Warsh dan kolega diperkirakan menahan suku bunga di 3,75-4% dalam pertemuan bulan ini. 

Penurunan yield US Treasury diikuti obligasi Jepang 1,7 bps ke 2,85%, obligasi Australia 2,9 bps jadi 5,24%, Selandia Baru juga turun 4,8 bps jadi 4,96%.