Logo Bloomberg Technoz

Meskipun pasar obligasi domestik mencatat aksi beli di sebagian tenor, tetapi belum cukup menopang laju rupiah hari ini. Sebagian tenor yang tadi siang memangkas yield kini kembali naik. Tenor 5 tahun yang tadi sempat menguat, kini mencatat kenaikan yield 0,2 bps jadi 7,22%, disusul tenor 6 tahun 0,7 bps jadi 7,28%. 

Tenor 1 tahun konsisten mengalami penurunan yield yaitu 3,4 bps jadi 6,78%. Diikuti tenor 3 tahun turun 2,6 bps jadi 7,06%, tenor 4 tahun turun 1,2 bps jadi 7,17%. Sementara yield tenor acuan 10 tahun berkurang 0,9 bps jadi 7,41%.

Ke depan, tekanan rupiah diperkirakan masih akan berlanjut di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik dan perang di Timur Tengah. Ditambah, sentimen domestik belum sepenuhnya pulih. 

Kemarin, Bank Indonesia (BI) memilih menahan BI Rate di 5,75% di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga untuk menahan guncangan outflow akibat sentimen MSCI. Meski begitu, BI tetap menaikkan deposit facility rate 25 bps menjadi 5%, demi menjaga daya tarik aset rupiah. 

(dsp/aji)

No more pages