BI Rate Ditahan, Ekonom Waspadai Tekanan Jangka Pendek ke Rupiah
Redaksi
22 October 2026 16:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia(BI) memutuskan untuk mempertahan suku bunga BI sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2026 di tengah volatilitas yang terjadi pada rupiah.
Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menilai bahwa keputusan mempertahankan BI Rate tersebut cukup tepat dan proporsional namun mengandung risiko apabila tekanan terhadap rupiah terus berlanjut.
“Keputusan mempertahankan BI-Rate memang dapat menimbulkan tekanan jangka pendek karena sebagian investor sebelumnya mengharapkan kenaikan suku bunga, tetapi tidak otomatis menyebabkan pelemahan rupiah berkelanjutan,” kata Josua kepada Bloomberg Technoz, Kamis (22/10/2026).
Hal ini juga terlihat bahwa pada penutupan di 21 Oktober, rupiah masih diperdagangkan di sekitar Rp18.000 per dolar AS, sementara imbal hasil SBN sepuluh tahun berada di sekitar 7,43%.
Meski begitu, Josua melihat bahwa tekanan tersebut tidak hanya dipengaruhi keputusan BI, tetapi juga ketidakpastian MSCI, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, harga minyak dunia, serta kekhawatiran terhadap arah kebijakan The Fed.






























