Logo Bloomberg Technoz

Arah Rupiah Hari Ini Setelah BI Rate Ditahan 5,75%

Tim Riset Bloomberg Technoz
22 October 2026 08:23

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah diperkirakan mengalami konsolidasi dan bergerak di rentang Rp18.000-Rp18.090/US$ dengan bias melemah dalam perdagangan spot hari ini, Kamis (22/10/2026). Di satu sisi, rupiah bisa tertopang sentimen positif di pasar keuangan Asia dengan meredanya penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan stabilnya harga minyak mentah. 

Penguatan harga minyak sempat tertahan. Kemarin harga minyak Brent sempat kembali menguat 0,44%, tetapi ditutup dengan sisa penguatan hanya 0,03% di US$108,8/barel. Sementara itu, indeks dolar AS melemah terbatas 0,07% ke 101,7, menyusul yield obligasi AS yang stabil di 5,11%. 

Sejumlah indikator itu membuat gerak mata uang Asia defensif dan bertahan di zona hijau, meski dengan penguatan amat terbatas pagi ini. Yuan offshore menguat 0,03%, disusul dolar Singapura dan yen Jepang masing-masing 0,02%, lalu won Korea Selatan dan dolar Hong Kong 0,01%.


Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah bertahan dan menguat tipis 0,08% di posisi Rp18.061/US$ pada 07:10 WIB. Tak lama berselang, rupiah offshore kembali melemah tipis 

Di sisi lain sikap pasar masih bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah. Namun kabar bahwa pengiriman oli dari Timur Tengah belum mengalami gangguan signifikan, walau Iran semakin sering melancarkan serangan, sempat memberi ruang penguatan pada aset-aset di Asia.