Ruang tersebut akan diubah menjadi destinasi yang mengedepankan pengalaman pengunjung, dengan menampilkan sejarah merek dan koleksi jam tangan langka. Tempat yang dijuluki AP Lab itu akan menjadi salah satu dari sedikit lokasi di dunia yang menghadirkan konsep tersebut, setelah Tokyo dan Jenewa, menurut sumber tersebut.
New World tidak menanggapi permintaan komentar. Sementara itu, Tung Hing Yip Investment Co., yang mewakili pemilik Henley Building, menolak berkomentar mengenai spekulasi pasar. Audemars Piguet mengatakan belum dapat memberikan komentar.
Ekspansi produsen jam tangan tersebut berlangsung ketika pasar barang mewah Hong Kong tetap tangguh meskipun ekonomi China secara lebih luas mengalami perlambatan. Permintaan ditopang oleh konsentrasi penduduk berpenghasilan tinggi di kota itu, serta kedatangan warga kaya dari China daratan dan kembalinya ekspatriat Barat.
Merek-merek global bersaing mendapatkan ruang usaha di kawasan ritel paling prestisius di Hong Kong. Harga sewa yang masih jauh di bawah level sebelum pandemi turut mendorong pemulihan permintaan terhadap properti ritel.
Didirikan pada 1875, Audemars Piguet tetap menjadi salah satu dari sedikit produsen jam tangan mewah besar yang masih dikendalikan oleh keturunan keluarga pendirinya. Berbeda dengan pesaing yang tercatat di bursa, seperti Swatch Group AG dan Cie Financière Richemont SA, perusahaan ini mempertahankan eksklusivitas melalui produksi terbatas. Strategi tersebut turut menjadikan koleksi Royal Oak sebagai salah satu produk mewah paling diburu di dunia.
Penjualan perhiasan, jam tangan, dan hadiah bernilai tinggi di Hong Kong meningkat 23% dalam delapan bulan pertama tahun ini, melampaui pertumbuhan penjualan ritel secara keseluruhan yang sebesar 9%, menurut data pemerintah terbaru. Pertumbuhan kategori tersebut tetap di atas 10% bahkan selama musim panas, ketika China daratan mencatat penurunan penjualan dua digit akibat konsumen kaya mengurangi belanja. Kondisi ini sebagian dipicu oleh upaya Beijing yang semakin intensif untuk memulihkan penerimaan pajak terkait kekayaan yang disimpan di luar negeri.
Gerai Audemars Piguet di New World Tower akan dilengkapi dengan ruang VIP eksklusif bagi pelanggan terbesarnya, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Kontrak sewa selama tiga tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun itu juga menjadi angin segar bagi New World. Pengembang properti tersebut tengah bergulat dengan utang sekitar US$11 miliar, yang sebagian jatuh tempo mulai tahun depan. Perusahaan yang dikendalikan keluarga miliarder Cheng itu tengah mencari cara untuk memperkuat likuiditas, termasuk mempertimbangkan perpanjangan jatuh tempo pinjaman dan kemungkinan suntikan modal dari pemegang saham pengendali.
Saham New World naik hingga 3,2% pada perdagangan Rabu di Hong Kong. Namun, saham tersebut telah merosot 31% sepanjang tahun ini seiring perusahaan yang kekurangan kas itu kesulitan menghadapi utang yang segera jatuh tempo.
Ekspansi Audemars Piguet mengikuti langkah sejumlah merek global besar yang memperluas kehadirannya di Hong Kong. Louis Vuitton, merek milik LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE, dijadwalkan membuka gerai unggulan seluas 40.000 kaki persegi di pusat perbelanjaan K11 Musea milik New World pada akhir tahun ini. Merek pakaian kasual populer asal AS, Alo, juga membuka gerai pertamanya di Hong Kong tahun ini di mal yang sama.
Merek asal Prancis, Lacoste SA, turut membuka gerai terbesarnya di Hong Kong tahun ini, menempati gedung ikonik Pedder Building.
(dec/spt)





























