BMKG Pakai Dry Ice Urai Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
Merinda Faradianti
21 October 2026 12:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama sejumlah instansi pemerintah memanfaatkan dry ice atau es kering melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengurai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, teknik tersebut digunakan untuk mengatasi kondisi atmosfer yang menyebabkan asap terperangkap di dekat permukaan tanah, terutama ketika awan potensial untuk penyemaian hujan terbatas.
“Dalam kondisi tertentu, asap karhutla dapat terjebak di lapisan atmosfer dekat permukaan hingga ketinggian 6.000-7.000 kaki, bahkan lebih tinggi,” kata Faisal dikutip dari Instagram resmi BMKG, Rabu (21/10/2026).
Sementara itu, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan lapisan inversi atmosfer dapat menghambat pergerakan udara secara vertikal. Untuk mengatasi kondisi tersebut, BMKG menyemai dry ice dari pesawat di atas lapisan inversi.
Proses sublimasi es kering memicu pendinginan yang diharapkan membantu membuka kembali aliran konveksi sehingga asap dapat bergerak naik dan terurai ke atmosfer. Berbeda dengan modifikasi cuaca untuk memicu hujan, teknik ini menyasar lapisan inversi dan isoterm untuk mengubah kestabilan atmosfer, terutama ketika awan yang berpotensi disemai terbatas.






























