Logo Bloomberg Technoz

Ketidakpastian Masih Tinggi, IHSG Berpotensi Lanjut Melemah

Muhammad Julian Fadli
20 October 2026 08:40

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa 20 Oktober 2026, masih ada potensi melanjutkan tren pelemahan. Imbas dari ketidakpastian pasar yang tinggi, tertekan usulan MSCI menyoal klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Pada perdagangan saham sebelumnya Senin (19/10/2026), IHSG ditutup di zona merah dengan mencatatkan pelemahan 188,5 poin (3,64%) hingga menutup perdagangan di posisi 4.996,6 sekaligus menjadi yang terendah sejak 2020 silam atau era Covid-19.

Analisis Teknikal IHSG pada Selasa 20 Oktober (Riset Bloomberg Technoz)

Secara teknikal IHSG masih ada potensi untuk melemah, searah dengan sentimen yang menekan mencermati support sebelumnya 4.900, mendekati range area support selanjutnya pada time frame daily di level 4.800, dan juga support kuat 4.700.


Apabila IHSG berhasil bertahan, hingga memberikan indikasi penguatan di atas 5.000, resistance penguatan pertama berpotensi menuju 5.200 potensialnya sebagai target saat ini, sampai dengan 5.500 sebagai target resistance psikologis pasar.

Sentimen pada perdagangan hari ini utamanya masih menyoal proposal MSCI, mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market, menjadi Standalone Market.