Penyebab IHSG Ditutup Melemah hingga Drop di Bawah 5.000
Muhammad Julian Fadli
19 October 2026 17:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,64% di posisi 4.996,6 pada perdagangan Senin (19/10/2026), amblasnya saham–saham big caps jadi sebab, terutama saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Sepanjang hari Indeks Komposit terus–menerus terjerembab di tren pelemahan dengan penurunan yang bertambah dalam. Adapun rentang perdagangan terjadi pada area level 5.012,86 sampai dengan terendah 4.907.
Adapun tren bearish IHSG disebabkan oleh sentimen negatif dari kekhawatiran akan peringatan MSCI mengenai klasifikasi pasar modal Indonesia yang diusulkan beralih dari Emerging Market menjadi Standalone Market, papar Phintraco Sekuritas.
Sentimen pasar turut dibebani oleh pelemahan nilai tukar rupiah sebesar 0,17% di level Rp18.043/US$, seiring meningkatnya kehati-hatian investor di tengah berlanjutnya penguatan indeks dolar AS di rentang tinggi 101,5, diikuti dengan harga minyak mentah bertahan mahal di atas US$100/barel.
Secara analisis teknikal, tekanan berpotensi berlanjut dengan support 4.800–4.900, terutama jika tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar masih terjadi. Senada, Panin Sekuritas menyebut IHSG menghadapi uji support 4.755–4.941.



























