Dia mengatakan Indonesia pernah mengesampingkan industri elektronik karena dinilai tidak cukup padat karya. Walhasil pendekatan tersebut justru kini membuat industri elektronik berpindah ke Vietnam dan Malaysia.
Bahkan kata Airlangga industri elektronik kini menjadi salah satu penopang ekspor ke Negeri Naga Biru dan Negeri Jiran tersebut. Dia mengklaim ekspor elektronik kedua negara tersebut kini mencapai hampir 40%.
"Jadi, ini nyata bagaimana mereka bisa menarik investasi karena ke depan kita hanya bisa menunjukan pertumbuhan ekonomi di atas 8% dengan investasi," tegasnya.
Mengutip dari situs resmi Indonesia SEZ, KEK merupakan bagian dari kebijakan strategi pemerintah sebagai upaya untuk mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi nasional, hingga mendukung penyerapan tenaga kerja dan industrialisasi nasional.
Sebagai catatan, hingga triwulan I-2026, sebanyak 25 KEK di Indonesia diklaim telah mencatatkan investasi kumulatif sebesar Rp353,3 triliun.
Investasi tersebut didukung oleh 471 pelaku usaha yang beroperasi di seluruh kawasan dan telah menyerap 266.688 tenaga kerja.
Sementara itu, KEK Gresik menjadi salah satu kontributor utama dengan realisasi investasi kumulatif mencapai Rp107,32 triliun hingga triwulan I-2026, dan telah menyerap 47.201 tenaga kerja terutama melalui kegiatan industri yang berfokus pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.
(lav)



























