Logo Bloomberg Technoz

Meski belum membeberkan secara terperinci identitas negara peminat terbaru tersebut, Kementan sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa pemerintah memang gencar menjajaki pasar baru setelah berhasil merealisasikan ekspor beras ke Malaysia.

Sebelumnya, terdapat tiga negara tetangga yang masuk dalam radar penjajakan pasar ekspor beras Indonesia, setelah Malaysia, yakni Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.

“Kita masih jajaki, ada dua sampai tiga negara. Itu jajaki Filipina, Papua Nugini, dan nanti Timor Leste. Negara tetangga kita,” kata Amran di Jakarta, Kamis (8/10/2026). 

Kendati demikian, pemerintah masih memperhitungkan dengan cermat kuota serta kriteria beras yang bakal dialokasikan ke negara-negara tujuan tersebut agar pasokan dalam negeri tetap terjaga aman.

“Belum. Belum ada kepastian,” ucap dia saat dikonfirmasi mengenai besaran volume beras yang berpotensi dikirim.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kinerja sektor beras nasional pada periode Januari hingga Agustus 2026 kembali mencatatkan surplus produksi sebesar 3,67 juta ton, dari total estimasi produksi beras nasional yang mencapai 25,29 juta ton. 

Ditunjang oleh cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog yang menembus 4,5 juta hingga 5,25 juta ton, ekspor komoditas ini didominasi oleh jenis beras khusus dan varietas premium bernilai tinggi untuk memenuhi kebutuhan segmen pasar tertentu (niche market) di kawasan regional dan global.  

Berdasarkan data perdagangan komoditas pertanian BPS dan Kementerian Pertanian terbaru, lima negara utama yang menjadi tujuan ekspor beras Indonesia pada periode berjalan mencakup:

1. Malaysia – Menjadi mitra penerima terbesar dengan realisasi pengiriman awal mencapai 1.000 ton beras premium (dari total potensi kesepakatan hingga 200.000 ton per tahun ke wilayah Sarawak).   

2. Belanda – Mencatatkan volume pengiriman beras khusus sebesar 10,44 ton.  

3. Uni Emirat Arab (UEA) – Menyerap komoditas beras Indonesia sebanyak 1,29 ton.  

4. Singapura – Mengimpor beras varietas khusus dari Indonesia sejumlah 620 kg.   

5. Arab Saudi – Mencatatkan volume ekspor beras nasional sebanyak 594 kg.   

Meskipun volume pengiriman ke negara-negara seperti Belanda, UEA, Singapura, dan Arab Saudi terbilang kecil karena fokus pada varietas khusus (seperti beras organik atau beras kebutuhan restoran khas), lompatan ekspor ke Malaysia menjadi katalis utama pendorong volume ekspor beras Indonesia secara keseluruhan.

(ain)

No more pages