Logo Bloomberg Technoz

Di tengah tekanan eksternal dan sentimen risk-off di pasar domestik, Bloomberg Economics memperkirakan Bank Indonesia akan mengerek suku bunga acuannya menjadi 6% pada pertemuan Oktober ini. "

Rupiah, yang telah melemah 1,2% terhadap dolar AS dalam sebulan terakhir, berkinerja lebih buruk dibandingkan mata uang Asia lainnya, meskipun BI telah melakukan intervensi yang semakin mengurangi cakupan cadangan devisa untuk menopang stabilitas nilai tukar," ujar Bloomberg Economics dalam catatannya. 

Selain itu, Bloomberg Economics juga menilai inflasi akan meningkat dan diperkirakan dapat menembus batas atas sasaran inflasi 1,5%-3,5%, meskipun saat ini belum melampaui batas tersebut. 

Rupiah diperkirakan melanjutkan pelemahan ke rentang Rp18.050-Rp18.070/US$ dalam perdagangan spot hari ini, seiring aksi jual secara luas juga terjadi di pasar obligasi domestik. 

Data Bloomberg pada 09.04 WIB menunjukkan, yield menanjak di hampir semua tenor. Tenor panjang seperti 10 tahun naik 10,6 basis poin (BPS) jadi 7,46%, diikuti tenor 11 tahun melonjak 21,6 bps jadi 7,48%. Sementara tenor 5 tahun naik 1,6 bps jadi 7,32%, dan tenor 1-2 tahun naik masing-masing 12 bps dan 16,4 bps jadi 6,83%-6,91%. 

(dsp)

No more pages