Logo Bloomberg Technoz

Gadai saham itu berkaitan dengan rencana Haji Isam untuk mengikat kredit dari bank milik BPI Danantara tersebut. Hanya saja, perwakilan Haji Isam tidak menerangkan lebih lanjut tujuan dari pengikatan kredit tersebut.

“Jika harga saham emiten itu jatuh, nilai jaminan bisa ikut downgrade. Saham dengan aktivitas perdagangan kecil juga belum tentu dapat dijual dalam jumlah besar tanpa diskon harga,” kata Bhima.

“Sayangnya tidak ada punishment atau sanksi yang berat buat perusahaan yang melakukan praktik terlarang di bursa,” tuturnya.

Menurut dia, drama akuisisi BYAN itu menjadi persoalan serius lantaran memengaruhi persepsi investor global untuk bursa saham Indonesia.

“Jadi persoalan ini sangat serius karena indonesia yang terancam turun ke standalone market akan memicu dana asing keluar dalam jumlah yang masif,” kata dia.

Sebelumnya, pengendali BYAN Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low melepas 10,84 miliar saham Bayan Resources kepada Haji Isam lewat pasar negosiasi, Rabu (7/10/2026).

Lewat kesepakatan transaksi itu, Dato' Low Tuck Kwong mengalihkan 10.067.421.703 saham biasa BYAN kepada Haji Isam. Sementara itu, Elaine Low melepas 16.666.667 saham biasa kepada konglomerat asal Kalimantan Selatan tersebut.

Dengan demikian, Haji Isam lewat kendaraan investasinya, PT Jhonlin Baratama resmi menguasai sekitar 10,08 miliar saham BYAN dari divestasi bagian Dato' Low Tuck Kwong dan putrinya atau 30,25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Mengutip keterbukaan informasi, Low Tuck Kwong dan putrinya melepas saham BYAN di harga Rp2.588 per saham sesaat setelah pembukaan perdagangan Rabu lalu.

Harga pelaksanaan crossing saham itu lebih rendah 80,76% dari harga pembukaan BYAN pada perdagangan Rabu lalu di level Rp13.450 per saham.

Lewat harga diskon itu, Haji Isam menguasai 30,25% saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan putrinya dengan nilai transaksi sekitar Rp26,09 triliun.

Standalone Market

Belakangan, MSCI membuka kemungkinan menggiring saham Indonesia dari status emerging market menjadi standalone lewat putaran konsultasi yang dibuka kepada investor.

Konsultasi terhadap Indonesia dilakukan setelah MSCI memperingatkan bahwa sejumlah pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran terhadap pasar saham, termasuk kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi. 

Hingga saat ini, para pelaku pasar belum melihat kemajuan yang konsisten dan memadai di pasar saham Indonesia, menurut pernyataan MSCI. 

“Meski reformasi telah diumumkan, kekhawatiran signifikan masih ada terkait disfungsi pasar, termasuk dugaan perilaku perdagangan terkoordinasi yang terus berlanjut dan tidak adanya bukti penegakan aturan yang berarti,” dikutip dari keterangan resmi MSCI, Jumat (16/10/2026).

Mengutip keterangan di situs MSCI, standalone secara umum dibagi menjadi dua bagian. Pertama adalah pasar baru, yang sebelumnya belum masuk cakupan MSCI.

Kedua adalah reklasifikasi ke standalone terjadi karena ada kasus penurunan yang luar biasa dalam hal aksesibilitas, ukuran, atau likuiditas pasar.

Saat ini, ada beberapa negara yang masuk kategori standalone. Di Benua Amerika ada Argentina, Jamaika, Panama, serta Trinidad & Tobago.

Sementara di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika ada negara-negara seperti Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Lebanon, Malta, Nigeria, Palestina, Ukraina, dan Zimbabwe.

“MSCI akan memberi pengumuman final pada akhir Juni 2027 dan bisa saja memberikan pembaruan interim selama proses ini,” dikutip dari keterangan resmi.

(naw)

No more pages