Logo Bloomberg Technoz

BI Beber Alasan Rupiah Kembali Berada di Level Rp18 Ribu/US$

Redaksi
16 October 2026 09:47

Sejumlah uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali  melemah di pasar luar negeri (offshore) pada perdagangan Jumat (16/10/2026).  Melansir Bloomberg, rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) sudah tembus Rp18.064/US$ pagi ini 07.15 WIB.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea menyebut bahwa peningkatan sentimen risk off global mendorong penguatan US$ dan menekan pasar keuangan domestik.

Hal ini kemudian menyebabkan arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut.


“Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28% secara quarter-to-date (QTD),” kata Erwin dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Erwin juga menyebut bahwa  saat ini cadangan devisa masih berada pada US$146,3 miliar pada akhir September 2026.