“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik,” kata Erwin.
Ia bilang, intervensi akan terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward(NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
BI juga disebut akan menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya.
Sebelumnya, Rupiah melemah di pasar luar negeri (offshore) pada perdagangan Jumat (16/10/2026), lantaran pasar saham RI berpotensi dikeluarkan dari indeks saham global setelah MSCI menyatakan bahwa Indonesia dinilai tidak lagi memenuhi syarat untuk menyandang status pasar berkembang.
Melansir Bloomberg, rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) sudah tembus Rp18.064/US$ pagi ini 07.15 WIB. Pasar keuangan merespons negatif pernyataan MSCI. Kemarin, rupiah offshore masih berada di kisaran Rp17.992/US$, lalu volatilitas rupiah berhasil ditekan ke level 17.944/US$.
(ell)



























